Mantan mekanik Rossi, Jeremy Burgess : Dia bukan Valentino Rossi yang saya kenal


Jeremy Burgess, mantan kepala mekanik Valentino Rossi meyakini bahwa insiden antara Valentino Rossi dengan Marc Marquez di MotoGP Malaysia pada akhir pekan yang lalu adalah sebuah kejadian yang aneh. Menurut Jeremy Burgess, tidak biasanya emosi Valentino Rossi mudah terpancing sampai harus membuat rivalnya melebar.

Di dalam balapan itu, Valentino Rossi mengakui bahwa dia ingin membuat Marc Marquez melebar di tikungan ke-14 pada lap ketujuh, tapi menyatakan tidak menyangka Marc MArquez akan terjatuh dan gagal finis. Karena insiden itu, Valentino Rossi dijatuhi hukuman tiga poin penalti oleh Badan Pengawas Balap.

"Dia bukan Valentino Rossi yang saya kenal. Dia tidak bisa berharap Dani Pedrosa dan Marc Marquez membalap di posisi ketiga dan keempat, kemudian membiarkannya dan Jorge Lorenzo bertarung di depan," ungkap Jeremy Burgess. "Saya rasa Vale tidak menendang Marc, tapi dia jelas terlihat melambat, menegakkan motor dan mengambil garis balap yang tidak biasa. Peristiwa itu cukup aneh."

Setelah bekerja sama semenjak tahun 2000 di kelas GP500, Valentino Rossi dan Jeremy Burgess berpisah pada akhir tahun 2013. Posisi Jeremy Burgess itupun digantikan oleh kepala mekanik asal Italia yang sebelumnya berkarir di World SBK, Silvano Galbusera.

Jeremy Burgess juga yakin bahwa perilaku Valentino Rossi di Sepang mungkin dipengaruhi oleh tekanan. "Musim ini terasa sangat panjang, dan dia terus memimpin klasemen. Dalam usia 36 tahun, tekanan yang dia dapat juga bertambah. Ini membuat kita sadar bahwa menjadi lebih tua juga tidak selalu membuat kita menjadi lebih cerdas," pungkasnya.
LIKE & SHARE

0 Response to "Mantan mekanik Rossi, Jeremy Burgess : Dia bukan Valentino Rossi yang saya kenal"