Ledakan dahsyat di Pelabuhan Kota Tianjin China ditemukan bahan kimia berbahaya


Korban akibat ledakan dahsyat di Pelabuhan Kota Tianjin, China, bertambah jadi 104 jiwa, seperti dilansir Xinhua, Minggu 16 Agustus 2015. Kejadian ini semakin pelik, setelah otoritas setempat menemukan indikasi bocornya tanki yang berisi racun sianida yang bisa membahayakan penduduk dalam radius tiga kilometer dari pelabuhan.

Ledakan yang terjadi empat hari lalu ternyata menjangkau gudang kimia di pelabuhan tersebut. Korban tewas akibat ledakan tersebut bertambah setelah jasad 21 pemadam kebakaran ditemukan kemarin.

Akibat yang ditimbulkan dari ledakan tersebut, 722 orang saat ini dirawat di rumah sakit karena luka bakar dan sebab-sebab yang lainnya. Dikabarkan 58 orang dalam keadaan kritis, sehingga jumlah korban yang tewas bisa bertambah.

Selain evakuasi korban yang masih terjebak di pelabuhan, pemerintah kota Tianjin saat ini berusaha agar warga menuju tenda darurat ataupun bangunan sekolah selama masih ada bocoran bahan kimia berbahaya di sekitar pelabuhan. Warga diminta mengenakan masker saat berjalan di ruang publik.

Salah satu gudang yang ikut meledak adalah milik Perusahaan Ruihai. Di dalam bangunan tersebut terdapat kalsium karbida, potasium nitrat, amonium nitrat, dan sodium sianida yang berbahaya jika terpapar manusia.

Muncul teori bahwa penanganan kebakaran awal oleh tim pemadam terbilang ceroboh karena menyemprotkan air ke lokasi penuh sodium sianida. Korban pun bertambah, karena zat tersebut bisa memicu uap beracun.

Presiden Xi Jinping sudah mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban ledakan Tianjin. Presiden Xi Jinping berjanji akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyelamatkan mereka yang terjebak, dan mencari tahu apa penyebab ledakan tersebut.

Warga dan keluarga korban yang tewas menggelar protes kemarin, menyatakan ada pelanggaran pengelola gudang kimia di pelabuhan yang ditutup-tutupi oleh pemerintah China.
LIKE & SHARE

0 Response to "Ledakan dahsyat di Pelabuhan Kota Tianjin China ditemukan bahan kimia berbahaya"