Kompol Gunardi : Senjata rakitan yang berasal dari Lampung semakin besar dan canggih.

Ilustrasi senjata api rakitan
Kanit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Gunardi mengatakan bahwa industri rumahan senjata rakitan yang berasal dari Lampung semakin besar dan canggih.

Hal tersebut disampaikan oleh Kompol Gunardi setelah timnya berhasil meringkus dua kelompok penjahat yang sama-sama menggunakan senjata api buatan Lampung, dengan model yang berbeda.

"Makanya mungkin saja di sana sudah banyak yang membuka Industri rumahan perakitan senjata api ini," ungkap Kompol Gunardi di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 25 Agustus 2015.

Kompol Gunardi juga mengatakan, pengguna senjata api asal Lampung yang diringkus oleh pihaknya ialah spesialis pencuri motor. "Kami meringkus dua tersangka dan salah satunya, yaitu pelaku bernama Ramdhani (31) mempunyai senjata api rakitan dengan peluru kaliber 38," katanya.

Senjata api itu, ucap Kompol Gunardi, dibeli tersangka dari seorang kenalannya yang merupakan penjahat yang berasal dari Lampung seharga Rp 5 Juta.

"Senjata api rakitan yang dimiliki oleh Ramdhani tergolong dibuat dengan baik. Senjata api tersebut memiliki gagang kayu berwarna cokelat mengkilat yang sudah dihaluskan," ucapnya.

"Senjata api rakitan tersebut juga bisa diisi sekaligus enam peluru. Akan tetapi ketika ditembakkan, untuk menembak lagi, penembak harus menggeser sendiri tempat peluru tersebut. Jadi tidak otomatis bergerak sendiri rumah pelurunya seperti revolver yang asli," imbuh Kompol Gunardi.

Setelah berhasil mengamankan Ramdhani, petugas juga berhasil mengamankan Abdul Wahab, yang mempunyai senjata api rakitan dengan peluru kaliber 9 milimeter dari Abil (DPO), yang merupakan warga Lampung.

"Senjata api rakitan milik Abdul Wahab memiliki model lebih jelek. Gagangnya dibuat asal dengan lilitan lakban hitam. Kemudian besi tempatnya berwarna hitam karena tidak diberi pernis. Kalau yang milik Abdul Wahab ini cuma bisa diisi satu peluru saja. Jadi setiap sudah menembak, jika mau menembak lagi maka harus di isi peluru lagi," jelas Kompol Gunardi.

"Baru sekitar lima tahun mulai terdengar pembuat senjata api rakitan Lampung. Hanya senjata api Lampung tidak mempunyai ulir sehingga ketika menembak tidak akan pernah tepat sasaran. Technology membuat ulir di laras senjata api inilah yang masih belum dimiliki oleh para pembuat senjata api rakitan. Sebelum di Lampung, Cipacing terlebih dulu membuat senjata api rakitan," tandasnya.
LIKE & SHARE

0 Response to "Kompol Gunardi : Senjata rakitan yang berasal dari Lampung semakin besar dan canggih."