Ternyata,ada juga komunitas celana dalam bekas


Di halaman depan terpajang belasan foto celana dalam bekas perempuan. Berbagai macam rupa, jenis, dan foto bekas pemilik celana dalam disuguhkan bagi para anggotanya, tidak ketinggalan sejarah mendapatkan seluruh celana dalam juga dituliskan. Mereka adalah Pencinta Celana Dalam Bekas Wanita.

Semenjak dua tahun terakhir, sebut saja CD, bergabung ke dalam komunitas tersebut. Dengan profil akun Facebook palsu buatannya, dia mulai berteman dengan sesama pencinta celana dalam. “Kita sesama anggota mulai bertukar nomor telepon dan berbagi apa saja berhubungan dengan celana dalam wanita bekas,” ungkap CD.

CD mengaku hobi sensitif dan cukup memalukan ini membuat seluruh anggota di laman Facebook itu tidak sepenuhnya mau membuka diri. Mereka rata-rata hanya main-main saja. Akan tetapi, ada beberapa anggota yang serius mengikuti segala kegiatan sesama anggota atau biasa disebut celdamers.

“Macam-macam jenisnya, kita sebutnya pencinta soalnya nggak ada registrasi anggota seperti apa? resminya kayak bagaimana? ujar lelaki 27 tahun ini. “Jadi kita sebutnya pencinta saja, soalnya kebanyakan ada yang main-main, ada juga yang serius.”

Dia pernah berbicara melalui telepon dengan pendiri laman Facebook komunitas tersebut, seorang laki-laki muda dan mempunyai hobi yang sama dengan dia, mengoleksi celana dalam bekas wanita. “Umur 23 tahun, tinggalnya di Jakarta. Tidak pernah buat kegiatan besar, paling sesama celdamers saja bikin kumpul kumpul sendiri,” ungkap CD.

Sekarang ini anggota celdamers mulai membentuk komunitas-komunitas kecil dari laman komunitas tersebut. Beberapa celdamers dari berbagai wilayah terdekat mulai membagi informasi dan cerita celana dalam bekas perempuan atau laki-laki. “ Dari Bekasi, Bogor, Bandung, banyak kok. Semua pencinta ada yang wanita juga," ungkapnya.

Laman Facebook komunitas pencinta celana dalam bekas wanita itu dibentuk sejak 17 Agustus 2012. Sudah 179 orang membicarakan laman tersebut dan 12 ribu lainnya memberi tanda like atau suka.
LIKE & SHARE

0 Response to "Ternyata,ada juga komunitas celana dalam bekas"