Miris,Rumah sakit tidak melayani orang miskin


Betapa malangnya nasib Slamet Wahyudi (14) tahun, bocah yang menderita gizi buruk ini tergeletak lemas di tempat tidur beralaskan lantai. Hanya ditemani oleh kakeknya yang sudah tua renta, mereka tinggal di dalam sebuah gubuk di Lingkungan Samiana, Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Slamet sudah putus sekolah sejak dirinya menginjakkan bangku kelas V SD. Bahkan dirinya tidak sanggup untuk mengeluarkan suara. “Apa yang bisa kami makan, ya kami makan. Cucu saya hanya bisa batuk-batuk,” ungkap Supari (70) tahun kakek Slamet yang setia merawat meskipun dirinya sendiri sakit-sakitan.

Supari mengaku, selama ini dirinya hanya berharap uluran tangan dari tetangga untuk makan. “Semuanya saya yang urus, makan, ngelapin juga berak,” ungkap Supari sambil menitikkan air mata.

Cucunya ini sejak kecil sudah sakit-sakitan, penderitaannya makin parah setelah ayahnya meninggal bunuh diri dan ibunya pergi entah kemana.
“Sekolahnya hanya sampai kelas lima SD terus sakit. Berhenti sekolah bantu saya kerja apa saja, itu dulu. Sekarang hanya bisa seperti ini,” ungkap kakek yang terlihat lesu dan mengaku belum makan dari pagi.

Lebih mirisnya lagi, ia mengaku sempat ke RS Negara kabupaten Jembrana, tapi tidak ada penanganan yang serius.“ Tidak punya uang, cuma minta tolong ingin tahu sakit apa cucu saya. Saya miskin mana diperhatikan,” ungkapnya sambil berharap pemerintah memberinya bantuan untuk cucunya berobat.

Pemerintah tolong berikan bantuan untuk anak ini,Negara sekarang disibukkan dengan Politik,tapi masalah seperti ini saja tidak bisa menyelesaikan.Untuk apa didirikan rumah sakit kalau tidak bisa membantu orang miskin.Para koruptor merajalela,menikmati uang rakyat.Lebih baik hukum mati saja para koruptor agar mereka jera,kalau Cuma hukum penjara mereka tidak akan jera.Hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya,jangan hanya tajam kebawah tapi tumpul keatas.

Dan masih banyak lagi nasib serupa yang terjadi diluar sana.

LIKE & SHARE

0 Response to "Miris,Rumah sakit tidak melayani orang miskin"