Warga Solo mundur dari program PKMS bentukan Jokowi


Ribuan warga Kota Solo mundur dari program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) bentukan Joko Widodo. Mereka yang semula menggunakan kartu PKMS jenis silver, beralih menggunakan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Adapun alasan warga beralih ke BPJS adalah kover pelayanan kesehatan BPJS yang jauh lebih luas jika dibandingkan PKMS jenis Silver menjadi alasan, warga pun rela membayar premi bulanan.

"Setiap hari kami menerima belasan permohonan pencabutan kepesertaan PKMS untuk kartu silver," ungkap Kepala UyPTD PKMS Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Ida Angklaita.

Menurutnya, sampai pada saat ini sudah ada sekitar 2.500 peserta telah mencabut diri dari program PKMS jenis silver. Mereka beralih ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program BPJS Kesehatan. Dia mengatakan, salah satu syarat untuk masuk BPJS peserta harus keluar dari PKMS.

"Syaratnya kan harus keluar dari PKMS. Jadi warga ke sini untuk membuat surat pencabutan," terangnya.

Pada saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan akan menambah alokasi anggaran PKMS di 2015 mendatang. Dana yang disiapkan senilai Rp22 miliar atau naik Rp1,5 miliar dari anggaran PKMS pada tahun ini.

"Nilai klaim PKMS hingga September ini mencapai Rp 8,26 miliar. Dari total alokasi anggaran di tahun ini disiapkan senilai Rp20,5 miliar," ungkapnya.
LIKE & SHARE

0 Response to "Warga Solo mundur dari program PKMS bentukan Jokowi"