Jokowi tutup pintu koalisi


Pengamat politik Populi Center, Nico Harjanto, menyarankan kubu Joko wi-JK untuk menerapkan minimum winning coalition. Langkah tersebut harus dilakukan supaya pemerintahan yang baru tidak tersandera secara politik oleh parlemen yang dikuasai oleh Koalisi Merah Putih. Salah satu wujudnya adalah dengan segera menutup pintu koalisi.

Nico menjelaskan bahwa minimum winning coalition adalah koalisi yang terdiri dari sedikit partai politik. Koalisi ini, kata dia, dijamin lebih bebas dari politik sandera-menyandera serta lebih luwes untuk menentukan kebijakan.

"Kalau pemerintahan Jokowi-JK inginnya cepat bekerja mewujudkan janji, maka seharusnya berupaya adanya minimum winning coalition agar tidak tersandera politik DPR yang telah dikuasai oleh KMP (Koalisi Merah Putih)," ungkap Nico.

Yang terjadi saat ini, kubu Jokowi-JK terkesan mengemis kepada partai di Koalisi Merah Putih untuk bergabung dengannya. Kondisi tersebut akan meningkatkan posisi tawar Koalisi Merah Putih atas Jokowi-JK dan memperlemah posisi Jokowi-JK.

Nico khawatir kondisi tawar-menawar tersebut akan menggerus prinsip "tanpa transaksi atau jatah menteri"  demi mendapatkan dukungan dari partai yang sebelumnya ada di Koalisi Merah Putih.

Oleh sebab itu, Nico berpendapat langkah politik yang tegas untuk menutup pintu koalisi bisa menjadi salah satu cara untuk menaikkan posisi tawar Jokowi-JK atas Koalisi Merah Putih. "Ini mungkin insentifnya mahal ke depan. Namun, ini jauh lebih menjanjikan untuk Jokowi-JK yang sudah punya prinsip presidensial," ungkapnya.

Nico mengatakan bahwa kunci terpenting adalah program-program pemerintah Jokowi-JK harus populer di mata publik. Dengan demikian, ganjalan apa pun dari Koalisi Merah Putih tidak akan berimbas pada penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah karena ada pemahaman publik bahwa program yang tidak berhasil itu bukan kesalahan pemerintah.
LIKE & SHARE

0 Response to "Jokowi tutup pintu koalisi"