MUI Nilai Lima Tayangan Televisi saat Ramadan Tidak Patut

 MUI Nilai Lima Tayangan Televisi saat Ramadan Tidak Patut
 (Ilustrasi/Pixabay/Funnytools)

Tindakan yang dilakukan MUI patut diapresiasi, tapi kalau bisa jangan pas bulan ramadahn saja. Kalau bisa bulan-bulan lain juga harus melarang siaran televisi yang tidak mendidik.

Dilansir dari cnnindonesia.com. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai lima program yang tayang di sejumlah televisi swasta harus dievaluasi. Lima program tersebut merupakan tayangan khusus bulan Ramadan.

Itu termasuk Sahurnya Pesbukers (ANTV), Pesbukers Ramadan (ANTV), Sahur Seger (Trans 7), Bukbernya Wo Banget (Trans 7) dan Gado-Gado Sahur (Trans 7).

Wakil Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI, Elvi Hudriyah menjelaskan bahwa lima acara tersebut sama sekali tidak mengandung konten Ramadan. Padahal pada judul program terdapat kata Ramadan atau sahur.


"Banyak dialog yang kami temukan tidak patut," kata Elvi di Jakarta, Rabu (29/5).

Elvi mencontohkan, salah satu episode Sahurnya Pesbukers yang tayang dini hari pada pukul 02:00 WIB sampai 04:30 WIB justru menyajikan dialog saling menghina. Dialog itu diucapkan dua pengisi acara, Aziz 'Gagap' dan Eko Patrio.

Salah satu episode juga mengandung dialog yang dinilai MUI merendahkan wanita. Pada salah satu episode Eko berkata, "Wanita mah gampang, tinggal bilang ah ah (sambal menepuk nepuk kantong saku bagian belakang)."

Selain dialog, hal yang tidak patut dalam Sahurnya Pesbukers adalah mempertontonkan liuk tubuh dan adegan lawan jenis bersentuhan. Elvi menjelaskan Sahurnya Pesbukers diawali dengan tarian India yang dibawakan langsung oleh penari dari India.

Menurut Elvi, kameraman fokus mengambil liuk tubuh.

Sementara di salah satu episode Pesbukers Ramadhan yang pada tayangan 15 Mei 2019 menjelang buka puasa, Raffi Ahmad diperlihatkan memeluk Zaskia Gotik. MUI juga menilai itu tidak patut.

"Itu pelukan erat sekali dan penonton tepuk tangan. Kira-kira itu pantas enggak ditayangkan pada bulan Ramadan," kata Elvi.

Elvi menilai Sahurnya Pesbukers tidak memiliki itikad baik untuk berubah. Setiap tahun acara itu tetap menyajikan candaan berlebih, dialog saling hina dan pakaian ketat yang menpertontonkan aurat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi memberikan penjelasan serupa. Ia juga menjelaskan bahwa MUI sudah bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk membahas program televisi saat Ramadan.

"Kami sudah berembuk dengan teman-teman KPI, untuk tahun depan itu sudah tidak boleh lagi ada acara buka atau sahur yang goyang-goyang itu," kata Masduki menegaskan.
LIKE & SHARE

0 Response to " MUI Nilai Lima Tayangan Televisi saat Ramadan Tidak Patut "