Kuda Nil Langka Lahir Lagi di Kebun Binatang AS Setelah 30 Tahun

Kuda Nil Langka Lahir Lagi di Kebun Binatang AS Setelah 30 Tahun

Kebun Binatang San Diego, California, Amerika Serikat mengumumkan kelahiran kuda nil kerdil pada pekan lalu. Momen kelahiran ini menjadi spesial karena satwa langka tersebut lahir kembali di kebun binatang ini setelah lebih dari 30 tahun.

Bayi kuda nil itu lahir dari rahim Mabel, kuda nil pygmy berusia 4 tahun. Mabel melahirkan bayinya pada 9 April lalu. Bayi itu sendiri belum diberi nama.

"Dia berdiri, berjalan dan mengikuti Mabel hanya dalam beberapa jam setelah dilahirkan, " ujar kebun binatang dalam rilis pers.

Dilansir dari Travel and Leisure, berat badan bayi itu sudah mencapai 25 pounds. Beratnya bertambah lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan pada saat lahir yaitu 12 pounds.

Pengasuh bayi juga mengatakan bahwa bayi kuda  Nil telah menunjukkan banyak perkembangan kemampuan, termasuk dapat menutup lubang hidung dan menahan napas di dalam air.

Bila sekilas dilihat, kuda nil pygmy memang terlihat lebih kecil dari kuda nil pada umumnya. Namun ada perbedaan lainnya di antara keduanya yaitu kuda nil pygmy hidup secara nokturnal dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk hidup di darat alih-alih di air.

Kuda nil pygmy adalah spesies langka yang populasinya kurang dari 2.500 ekor di dunia. Saat ini, kuda nil ini hanya dapat ditemukan di 4 negara yaitu Côte d'Ivoire, Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Satwa ini biasanya hidup di daerah aliran sungai di hutan yang ada di negara-negara tersebut. Namun habitatnya makin terancam karena adanya aktivitas penebangan, pertanian, dan pembangunan pemukiman manusia.

Saat ini, wisatawan belum bisa melihat bayi kuda nil pygmy dan induknya karena Kebun Binatang San Diego masih ditutup untuk mencegah penyebaran COVID-19. Meskipun nanti dibuka, kedua hewan ini juga tidak akan dipamerkan sampai bulan depan.

Posisi keduanya akan digantikan oleh Elgon, kuda nil pygmy jantan berusia 13 tahun. Elgon adalah ayah dari bayi itu namun mereka tidak akan dipertemukan dalam keluarga sebab kuda nil jantan tidak ikut membesarkan anak-anak kuda nil.




Source:detik.com


Muncul Istilah New Normal di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu?

Muncul Istilah New Normal di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu?

Masyarakat diminta bersiap dengan kondisi new normal saat pandemi virus corona atau Covid-19. Istilah ini memang terkesan baru. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmita menjelaskan definisinya.
Menurut dia, new normal merupakan kehidupan yang akan dijalankan seperti biasa ditambah dengan protokoler kesehatan. New normal diusulkan sejalan dengan belum ditemukan vaksin atau penangkal virus corona.
"Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai tertemukannya vaksin untuk Covid-19 ini," kata Wiku saat menggelar konpers di Graha BNPB yang disiarkan lewat chanel Youtube, Selasa, 12 Mei 2020.
Menurut Wiku, kehidupan dapat kembali normal setelah vaksin ditemukan dan dapat dipakai sebagai penangkal virus corona jenis baru itu. Sebab, hingga kini belum ada satupun ahli dan pakar di dunia yang dapat menemukan penangkal Covid-19. Oleh karenanya, pemerintah bahkan seluruh dunia belum dapat menjawab kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir.
"Seluruh dunia juga tidak tahu, karena virus ini, untuk vaksinnya belum ditemukan. Jadi, maka dari itu, sampai dengan vaksin belum ditemukan, kita harus bisa selalu berhadapan dengan virus ini," bebernya.
Dikatakan Wiku, beberapa ahli dan pakar dunia menyatakan bahwa vaksin Covid-19 kemungkinan besar ditemukan paling cepat tahun depan. Artinya, kemungkinan terbesar masyarakat harus hidup secara 'new normal' sampai tahun depan, bahkan bisa lebih.
Dalam hal ini, pemerintah pastinya berharap agar vaksin itu tidak sampai harus dikonsumsi untuk mengobati Covid-19 yang dijangkit oleh masyarakat Indonesia. Dengan kata lain, pemerintah berharap bahwa penularan virus corona jenis baru di tengah masyarakat itu dapat diputus sebelum vaksin itu ditemukan.
Oleh sebab itu, perubahan perilaku menjadi kunci optimisme dalam menghadapi Covid-19 ini. Perubahan perilaku itu diantaranya tetap menjalankan kehidupan sehari-hari ditambah dengan penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah atau didefinisikan sebagai 'new normal'.
Di sisi lain, pemerintah juga berharap bahwa sebelum vaksin di temukan, masyarakat dapat kembali hidup 'normal' setelah menerapkan 'new normal' dengan disiplin tinggi dan bergotong-royong agar terbebas dari Covid-19.
"Tapi, kita harus berpikiran positif, karena Indonesia ini punya kapasitas yang besar dan gotong royong, nah, marilah kita gotong royong untuk merubah perilaku bersama," jelas Wiku.
Wiku berharap agar ada kesadaran bersama-sama dalam masa-masa krisis kesehatan seperti yang sedang dialami Indonesia dan beberapa negara di dunia. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan menjadi metode paling dianjurkan untuk menghadapi Covid-19.
Protokol kesehatan untuk menghadapi Covid-19 diantaranya, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak dan beraktivitas di rumah menjadi hal baru yang wajib dilakukan demi memutus rantai penyebaran virus COVID-19.
Selain itu, beberapa kebijakan telah diambil oleh beberapa negara di dunia seperti penerapan lockdown, karantina wilayah serta pembatasan wilayah.
Pemerintah Indonesia sendiri juga telah mengambil kebijakan dengan mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang hingga saat ini masih diterapkan dan diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan.
Penerapan PSBB tersebut berlaku bagi seluruh kalangan namun ada pengecualian.
Dalam peraturan PSBB telah disebutkan bahwa mereka yang ‘diizinkan’ keluar batas wilayah tertentu adalah bagi yang mengantongi surat izin dinas dari atasan. Selain itu, juga bagi mereka yang sedang ditimpa kemalangan, pun harus menyertakan beberapa dokumen yang disyaratkan.
Keadaan seperti itu, kata Wiku, harus dipahami bersama-sama bahwa pada akhirnya masyarakat Indonesia harus bisa berdaptasi dengan keadaan yang baru. Di mana ada beberapa hal baru yang harus ditegakkan di tengah rutinitas yang selama ini dikerjakan.
Dalam hal ini, perlu dipahami bahwa tidak semua aktivitas dilarang, namun dikurangi atau diganti penerapannya. Tidak ada sekolah di ruang kelas, namun diganti belajar di rumah. Tidak ada bekerja di kantor, namun bekerja dari rumah.
Pelaksanaan ibadah pun terkena imbas. Upacara keagamaan dan ibadah yang lainnya harus dilakukan di rumah. Tidak ada kerumunan, karena hal itu sangat berpotensi terjadi penularan Covid-19.
Beberapa bentuk perubahan atau transformasi baru inilah yang kemudian melahirkan istilah 'New Normal', yakni perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan virus corona jenis baru, penyebab COVID-19.
"Prinsip yang utama adalah harus bisa menyesuaikan pola hidup. Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk, 'New Normal', atau kita harus beradaptasi dengan beraktifitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, dan bekerja, dan sekolah dari rumah," kata Wiku.



Sumber: okezone