Ular Langka di Dunia yang Memiliki Kaki Ditemukan Hangus Terbakar Akibat Kebakaran Hutan di Riau

Ular Langka di Dunia yang Memiliki Kaki Ditemukan Hangus Terbakar Akibat Kebakaran Hutan di Riau

Seekor ular berkaki ditemukan mati di lokasi kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri hulu (Inhu), Provinsi Riau.
Karnivora sangat langka ini ditemukan petugas yang sedang melakukan pemadaman titik api.
Dalam rekaman video berdurasi 2 menit 7 detik yang dilihat Kompas.com, Kamis (19/9/2019) malam, ular tersebut tampak memiliki dua kaki dibagian ekor. 
Jenis ular tersebut seperti king kobra.
Ukurannya cukup besar dan panjang.
Ini disebut-sebut merupakan ular langka di dunia.
Namun, kondisinya sudah mati akibat terbakar.
Sebagian badannya sudah hangus.
Lokasi kejadian masih tampak berasap setelah api dipadamkan petugas.
Salah seorang anggota Manggala Agni Daops Rengat, Maidi, yang dihubungi Kompas.com, Kamis malam, membenarkan temuan ular berkaki mati tersebut.
"Ya, ular berkaki ditemukan mati di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu.
Itu (ular) ditemukan di lahan masyarakat yang terbakar," sebut Maidi melalui sambungan telepon, Kamis.
Dia mengatakan, ular langka tersebut ditemukan oleh petugas TNI AD dari Kodim 0302/Inhu, Rabu (18/9/2019) malam.
Sebab, prajurit saat itu masih berada di lokasi karhutla hingga malam hari.
Sementara tim dari Manggala Agni Daops Rengat, terlebih dahulu pulang sebelum ditemukan ular tersebut.
"Tim kami pulang duluan, karena sudah malam.
Ternyata tim TNI menemukan ular berkaki mati di lokasi.

Aku pun kaget setelah nengok videonya. Karena jarang ada ular berkaki," kata Maidi.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com sebelumnya, banyak cerita lain di balik petugas saat berjibaku memadamkan api karhutla di Riau.
Mulai dari ular mati terbakar hingga ular kobra hidup.
Selain itu, sepekan yang lalu, dua ekor beruang ditemukan tewas terbakar di lokasi kebakaran hutan di Desa Bedagu, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Kemudian, ada pula beruang yang 'menegur' petugas dari BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, yang sedang mencari air di hutan untuk memadamkan api. 

Kemudian, ada pula beruang yang 'menegur' petugas dari BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, yang sedang mencari air di hutan untuk memadamkan api. 


viral di media sosial Instagram dan Twitter serta WhatsApp, penampakan ular piton korban  diduga dikebakaran hutan Kalimantan, mirip ular anaconda.
Yang menyedihkan, tak hanya ular ukuran besar. yang kecil-kecil juga ikutan mati.
"Korban dari kebakaran lahan dan hutan, dua ekor ular bersama anaknya. Sebagian masih ada di dalam tanah. Masih anget-angetnya," ucap seorang pria yang menyaksikan ular-ular korban kebakaran hutan tersebut.

Baru-baru ini sebuah foto yang menunjukkan seekor ular besar seperti anaconda viral di media sosial Instagram.
Ular yang mirip anaconda itu disebut-sebut hangus setelah terjadi kebakaran hutan di Kalimantan beberapa hari lalu.
Sebenarnya belum diketahui jenis apakah ular yang hangus itu.
Juga belum ada otoritas berwenang atau pihak terkait yang mengklarifikasi benar tidaknya ada ular raksasa yang hangus akibat kebakaran hutan.

Namun berdasar foto yang beredar, netizen banyak menyebut bahwa itu adalah ular anaconda yang hangus akibat kebakaran hutan.

4 Resep Masakan Gambas, Sayur Istimewa yang Punya Sejuta Manfaat

4 Resep Masakan Gambas, Sayur Istimewa yang Punya Sejuta Manfaat

Gambas atau yang biasanya disebut dengan Oyong ini termasuk dalam anggota keluarga Cucurbitaceae. Sayuran ini biasanya tumbuh subur di daerah yang beriklim tropis, seperti Indonesia.
Ada banyak kandungan yang ada di dalam gambas, dan tentu baik untuk tubuh. Diantaranya bermanfaat bagi jantung dan mencegah penyakit mata. Untuk mengolahnya pun nggak terlalu sulit lho, Qupas punya caranya nih!

1. Sayur Gambas Bihun

4 Resep Masakan Gambas, Sayur Istimewa yang Punya Sejuta Manfaat

Resep masakan bihun ternyata juga bisa lho disajikan dengan gambas. Berikut cara untuk membuatnya.
Bahan yang diperlukan:
  • 1 bungkus bihun jagung
  • 2 buah gambas
  • 4 buah baby corn
  • 3 batang daun seledri
  • 1 batang daun bawang
  • 1 ruas jahe
  • 1 siung bawang putih
  • 1 butir bawang merah
  • ½ sdt merica
Cara membuatnya:
  • Iris gambas dan baby corn. Cuci bersih dengan air mengalir.
  • Geprek satu siung bawang putih dan bawang merah.
  • Tumis dan masukkan 125 ml air mineral.
  • Aduk-aduk dan masukkan baby corn, gambas.
  • Koreksi rasa dan tambahkan merica,garam,gula.
  • Tambahkan bihun, daun seledri, daun bawang iris.
  • Angkat dan sajikan.

2. Sayur Bobor Gambas

4 Resep Masakan Gambas, Sayur Istimewa yang Punya Sejuta Manfaat


Selain enak disajikan dengan irisan bayam, sayur bobor juga bisa lho dimasak dengan gambas biar semakin menyegarkan.
Bahan yang diperlukan:
  • 65 ml santan
  • 1 ikat bayam
  • 1 buah gambas
  • 1 genggam taoge
  • 7 siung bawang putih
  • 5 butir bawang merah
  • 1 ruas lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • 2 ruas kencur
  • 1 sdm gula pasir
Cara membuatnya:
  • Cuci bersih gambas dan bayam.
  • Haluskan bawang merah, bawang putih, dan kencur.
  • Masukkan bayam, gambas, bumbu halus, lengkuas, daun salam, dan ketumbar bubuk.
  • Masak hingga semuanya tercampur dan menjadi empuk.
  • Masukkan taoge yang sudah dicuci bersih. Masak dan korksi rasa.
  • Tuang 65 ml santan dan aduk-aduk.

3. Tumis Gambas

4 Resep Masakan Gambas, Sayur Istimewa yang Punya Sejuta Manfaat

Selain enak disajikan menjadi olahan sayur, gambas juga bisa lho diolah menjadi tumisan yang sederhana.
Bahan yang diperlukan:
  • 1 buah gambas
  • 1 buah wortel
  • 50 gram udang
  • 1 butir telur
  • 2 siung bawang putih
  • 100 ml air
Cara membuatnya:
  • Rebus wortel sebentar saja.
  • Panaskan sedikit minyak, tumis bawang putih hingga harum, dan masukkan telur.
  • Masukkan udang hingga udang menjadi matang.
  • Masukkan sayur gambas dan koreksi rasa.
  • Tunggu satu menit saja, lalu angkat.

4. Bakso Gambas

4 Resep Masakan Gambas, Sayur Istimewa yang Punya Sejuta Manfaat

Nggak hanya ditumis saja, tapi gambas juga bisa diolah dengan kuah bakso.
Bahan yang diperlukan :
  • 2 buah gambas
  • 20 bakso ikan
  • 1,2 liter air mineral
  • 2 batang seledri
  • 2 batang daun bawang
  • 4 siung bawang putih
  • 5 siung bawang putih
  • 1 kotak kaldu sapi
  • 1 sdt merica
  • ½ sdt garam
Cara membuatnya :
  • Rebus air dan tunggu hingga mendidih.
  • Kemudian masukkan bakso ikan. Masukkan juga irisan daun seledri, daun bawang, dan gambas.
  • Di lain penggorengan, tumis bawang putih geprek dan berilah satu sendok makan minyak. Tambahkan garam.
  • Setelah itu masukkan tumisan di panci dengan kuah kaldu yang sudah direbus
  • Aduk hingga merata. Tunggu hingga kuah terlihat lebih berkeruh dan tercium aroma daging sapi.
Gimana sobat Qupas, jadi mau memasak menu gambas yang mana? Selain ditumis, cobain deh masak sayuran yang juga dikenal dengan nama oyong ini dengan olahan lain.




Sumber : bacafornearme.com

BJ Habibie Presiden ke-3 RI Wafat

BJ Habibie Presiden ke-3 RI Wafat

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, kabar duka datang dari Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie. Presiden ke-3 Republik Indonesia ini meninggal dalam usia 83 tahun.

Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB, Rabu 11 September 2019. Kabar tersebut disampaikan Thareq Habibie. 

Prof dr Azis Rani Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) dalam keterangan resminya menyebut bahwa Habibie masuk RSPAD sejak 1 September 2019.

Ia ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal. 

"Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi," ujar Azis Rani, Selasa (11/9/2019), seperti dilansir liputan6.com.

Sebelumnya, Presiden ke-3 RI ini sempat dirawat di Jerman setelah mengalami kebocoran klep jantung.

Kabar kesehataannya yang menurun membuat sejumlah tokoh negeri ini mengunjungi BJ Habibie di RSPAD Gatot Subroto. (lip6/dwi)

Trik Mudah Menemukan Kamera Tersembunyi di Kamar Hotel

Trik Mudah Menemukan Kamera Tersembunyi di Kamar Hotel

Kamar tidur merupakan ruang paling privat bagi seseorang. Hal ini berlaku tidak hanya pada rumah namun juga di hotel.

Tentu kita ingin merasa nyaman berada di kamar hotel. Tetapi, tidak bisa kita pungkiri ada saja orang " nakal" dan membuat kita tidak nyaman beristirahat.

Dikutip dari Reader’s Digest, pada 2018, wanita asal Chicago menggugat salah satu hotel. Dia menuntut kompensasi sebesar US$100 juta, setara Rp1,4 triliun.

Dia merasa ada yang merekam aktivitasnya di dalam kamar mandi hotel dengan kamera tersembunyi Dia juga mengaku diperas dengan video tersebut.

Kasus kamera tersembunyi tentu sangat meresahkan. Privasi tamu bisa terancam.
Pakar keamanan, Jack Plaxe, mengatakan kasus kamera tersembunyi kian hari semakin banyak ditemukan. Pendiri dan direktur Security Consulting Alliance ini menyebut hal ini terjadi karena ketersediaan teknologi kamera yang murah.

“ Misalnya saja kamera lubang jarum yang bisa disembunyikan dengan mudah, bisa dibeli melalui situs belanja online dengan harga kurang dari US$100 (sekitar Rp1.5 juta),” imbuh Plaxe.

Cara Mudah Mengetahui Ada Kamera Tersembunyi

Karena ukurannya yang kecil, kamera sangat mudah disembunyikan di mana saja. Seperti yang disampaikan oleh Mike O’Rourke, CEO Advanced Operational Concepts, kamera tersembunyi bisa diletakkan di radio, jam dinding, detektor asap, lampu, atau sudut-sudut kamar hotel lainnya.

Trik Mudah Menemukan Kamera Tersembunyi di Kamar Hotel

O’Rourke menyarankan untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih ketika menginap di hotel-hotel beberapa negara yang dikenal sebagai target pelancong bisnis.

Ada beberapa tips yang bisa dipakai untuk mengetahui adanya kamera tersembunyi di kamar hotel.

Trik Mudah Menemukan Kamera Tersembunyi di Kamar Hotel

Begini Caranya

Sebelum memutuskan untuk berbaring di tempat tidur, ada tips yang perlu kamu lakukan.

Pertama, periksa setiap sudut ruangan. Jangan lupa periksa juga furnitur dan interior yang ada di kamar hotel seperti jam, detektor api, dan tempat-tempat tidak biasa lainnya.

Apabila menemukan suatu yang janggal, segera laporkan pada pihak hotel.

Trik Mudah Menemukan Kamera Tersembunyi di Kamar Hotel

Kedua, cabut koneksi alarm pada jam yang berada di kamar hotel. Setelah itu, tutupi dengan handuk.

Apabila di hari berikutnya kabel alarm kembali disambungkan kembali, ada kemungkinan penyadapan yang dilakukan oleh oknum staf hotel.

Ketiga tutupi lubang kunci pada gagang pintu atau lubang pengintip di pintu. Ada kemungkinan orang lain bisa merekam kondisi kamar hotel melalui lubang tersebut.

Cara yang terakhir, jangan menggunakan laptop di tempat yang mudah dideteksi. karena kamera tersembunyi dapat menangkap kode rahasia atau isi dalam laptop ketika digunakan.



Sumber : Reader's Digest

Detik-detik Misran Diterkam Buaya, Ditarik ke Dalam Sungai, Selamat tapi Menderita Luka 18 Jahitan

Detik-detik Misran Diterkam Buaya, Ditarik ke Dalam Sungai, Selamat tapi Menderita Luka 18 Jahitan

Misran (59) untuk sementara ini tidak bisa mencari ikan.
Dia terpaksa beristirahat di rumah.
Dia menempatkan kasurnya di ruang tengah rumahnya.

Dia harus menahan rasa sakit di pinggang kanan, paha kanan dan perutnya yang terluka karena gigitan buaya pada Jumat (6/9/2019) malam di Sungai Simangalam, Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara. 
Camat Kualuh Selatan Abdul Hariman mengatakan, pihaknya bersama dengan beberapa orang lainnga mengunjungi rumahnya dan bertemu dengan Misran.

Misran duduk di atas kasurnya menggunakan sarung dan kaos singlet berwarna putih.
Dikatakannya, Misran menunjukkan luka di perut, pinggul kanan dan paha kanannya.

"Beliau mengalami luka gigitan buaya di Sei Simangalam dan menderita luka 18 jahitan," katanya.

Buaya tersebut, lanjutnya, diduga berasal dari Sungau Kualuh yang migrasi ke Sungai Sei Simangalam.

Dari keterangan masyarakat di sekitar, buaya tersebut sudah sering menyerang sampan nelayan di lokasi tersebut sejak dua tahun terakhir.

"Jadi itulah yang meresahkan masyarakat di sini. Bagaimana kelanjutannya, kita mengharapkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut)," katanya, Senin sore (9/9/2019).

Menurutnya, dengan kondisi saat ini, Misran belum dapat mencari ikan.

Selain itu, masih ada rasa ketakutan karena buaya diperkirakan masih berada di lokasi.
"Istirahat dulu lah di rumah. Selain itu, kan masih ada jahitan di lukanya. Jadi belum bisa mencari ikan, belum bisa beraktivitas," katanya.

Kepala Bidang Wilayah II Pematang Siantar BBKSDA Sumut, Seno Pramudhita mengatakan, pihaknya masih menunggu kabar dari petugas BBKSDA Sumut yang sedang diturunkan ke lokasi.

Dikatakannya, dia akan memberikan kabar lanjutan terkait temuan terbaru di lapangan.
"Tim kita sedang di lapangan. Kita menunggu kabar dari mereka, apa temuan di lapangan. nanti akan kita kabari," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Misran dan anaknya Syahdan diserang buaya saat akan mengambil jebakan ikan pada Jumat (6/9/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu, Misran terjatuh dan sempat diterkam buaya lalu dibawa masuk ke dalam air.

Sesaat kemudian, Misran berhasil melepaskan diri dan timbul di tepi sungai.
Anaknya Syahdan berhasil menariknya untuk kemudian dibawa ke mantri desa.

Warga resah saat mencari ikan

Warga Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Medan, merasa resah setelah seorang nelayan diserang buaya pada Jumat (6/9/2019) sore.

Warga khawatir beraktivitas di sungai dan meminta pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) untuk segera turun tangan mengatasi serangan buaya.

Menurutnya, dengan kondisi saat ini, Misran belum dapat mencari ikan.

Selain itu, masih ada rasa ketakutan karena buaya diperkirakan masih berada di lokasi.
"Istirahat dulu lah di rumah. Selain itu, kan masih ada jahitan di lukanya. Jadi belum bisa mencari ikan, belum bisa beraktivitas," katanya.

Kepala Bidang Wilayah II Pematang Siantar BBKSDA Sumut, Seno Pramudhita mengatakan, pihaknya masih menunggu kabar dari petugas BBKSDA Sumut yang sedang diturunkan ke lokasi.

Dikatakannya, dia akan memberikan kabar lanjutan terkait temuan terbaru di lapangan.
"Tim kita sedang di lapangan. Kita menunggu kabar dari mereka, apa temuan di lapangan. nanti akan kita kabari," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Misran dan anaknya Syahdan diserang buaya saat akan mengambil jebakan ikan pada Jumat (6/9/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat itu, Misran terjatuh dan sempat diterkam buaya lalu dibawa masuk ke dalam air.

Sesaat kemudian, Misran berhasil melepaskan diri dan timbul di tepi sungai.
Anaknya Syahdan berhasil menariknya untuk kemudian dibawa ke mantri desa.

Warga resah saat mencari ikan
Warga Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Medan, merasa resah setelah seorang nelayan diserang buaya pada Jumat (6/9/2019) sore.

Warga khawatir beraktivitas di sungai dan meminta pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) untuk segera turun tangan mengatasi serangan buaya.

Camat Kualuh Selatan Abdul Hariman mengatakan, warga yang diserang buaya bernama Misran (59).

Korban yang berprofesi sebagai nelayan, pada saat kejadian sedang bersama anaknya, Syahdan, menggunakan sampan untuk mengecek jebakan ikan di sebuah lubuk.
Sekitar pukul 19.00 WIB, sampan yang dikendarai keduanya diserang oleh seekor buaya.

Misran yang terjatuh dari sampannya, kemudian diserang buaya dan dibawa masuk ke dalam air.

Sempat beberapa saat di dalam, Misran kemudian timbul di tepi sungai.
Tak menunggu lama, anaknya langsung menariknya ke atas.

Setelah berhasil ditarik dari tepi sungai, Misran kemudian dibawa ke mantri desa untuk mendapat pengobatan.

"Serangan buaya sudah sering sejak setahun ini lah. Tapi biasanya menyerang sampan. Baru kali ini lah menyerang manusia," kata Abdul Hariman saat ditemui, Senin (9/9/2019).

Menurut Abdul, lokasi kejadian merupakan daerah di mana banyak ditemukan ikan.
Lokasi tersebut berdekatan dengan Desa Tanjung Pasir, yang sebagian besar warganya juga berprofesi sebagai nelayan.

Abdul mengatakan, warga tidak berani melakukan pencarian buaya dengan kemampuan yang minim Warga menggantungkan harapan pada BBKSDA Sumut untuk mengatasi kekhawatiran yang dialami.

"Kalau tak segera diatasi, takutnya akan jatuh korban," kata Abdul.

Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah II Pematang Siantar BBKSDA Sumut Seno Pramudhita mengatakan, pihaknya saat ini sedang menuju lokasi munculnya buaya di Desa Simangalam.

Menurut dia, perlu dilakukan penelusuran lebih jauh untuk mengetahui jenis buaya.
Selanjutnya, akan dilakukan upaya-upaya lain sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita belum tahu, apakah itu buaya muara atau buaya ikan. Kalau buaya muara, sementara lokasinya sekitar 20 kilometer dari muara. Kalau buaya ikan, biasanya dia tak mau menyerang manusia. Makanya kita telusuri dulu," kata Seno.




Sumber: Pekanbaru.tribunnews.com
pekanbaru.tribunnews.com

Anak penjual cendol lulus sebagai prajurit TNI

Anak penjual cendol lulus sebagai prajurit TNI

Prada Fiqi Razzana, anak seorang penjual cendol asal Desa Jatirejo, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh,berhasil lulus dan dilantik dari pendidikan Sekolah Calon Tamtama tahun 2019 Kodam Iskandar Muda, Sabtu (7/9) lalu.
Prada Fiqi Razzana adalah putra pertama dari pasangan Marsudi dan Ida Rahayu yang sehari- hari berjualan cendol di Simpang Peunaga Paya, Desa Peunaga Rayeuk, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

"Memang sejak kecil anak saya ini sudah bercita-cita menjadi seorang tentara, namun karena perekonomian yang pas-pasan dan hanya mengandalkan jualan cendol, rasanya tidak mungkin menjadikan anak saya ini menjadi seorang tentara," kata Marsudi kepada ANTARA, Minggu.

Akhirnya, niat tersebut dapat terealisasi setelah ia bertemu dengan seorang anggota TNI yang merupakan anggota TNI di Posramil Kuala Pesisir, Kodim 0116 Nagan Raya, Aceh.

"Pak Babinsa mendorong kami untuk tetap berusaha dan meyakinkan saya untuk mendaftarkan Fiqi menjadi tentara. Satu hal yang saya ingat dari perkataan Pak Babinsa bahwa menjadi TNI tidak dipungut biaya," kata Marsudi menambahkan.

Dengan keyakinan yang bulat, anaknya bernama Fiqi mendaftar di Ajen Korem 012/Teuku Umar dan setelah menjalani proses seleksi selama empat bulan, akhirnya sang anak lulus dan menjalani pendidikan di Rindam Kodam Iskandar Muda.

Marsudi semakin bahagia karena mengetahui sang anak, Prada Fiqi Razzana akan menjalani pendidikan kejuruan Polisi Militer di Cimahi, Provinsi Jawa Barat selama 3 bulan.




Sumber : antara

Ganjar Siap Jadikan Esemka Sebagai Mobil Dinasnya

Ganjar Siap Jadikan Esemka Sebagai Mobil Dinasnya

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengaku siap memakai kendaraan yang diproduksi PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) sebagai mobil dinasnya. Langkah itu sebagai wujud dukungan terhadap karya anak bangsa.

"Saya melihat, ada mobil niaga yang sudah jadi. Tentu ini langkah positif yang akan terus kita dorong, saya sih tidak sabar menunggu produk terbaru yang non-niaga, seperti SUV (mobil penumpang, red) dan produk lain. Saya pengin cepat beli dan merasakan mobil hasil karya anak bangsa," kata Ganjar saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Jumat (6/9) petang.

Jika pabrik kendaraan yang terletak di Kabupaten Boyolali itu sudah memroduksi mobil penumpang, Ganjar menegaskan akan menggunakan mobil Esemka sebagai mobil dinasnya. Ia pun akan mendorong seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Jateng serta pemerintah di 35 kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama.
"Tidak hanya di Jateng, daerah lain hingga kementerian juga akan saya dorong menggunakan mobil Esemka agar bisa dipakai untuk kepentingan nasional," ujarnya.
Sambil menunggu mobil penumpang diproduksi, Ganjar menilai mobil niaga yang sudah diproduksi PT Esemka juga harus didorong untuk membantu program pemberdayaan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil menengah (UKM). "Kami akan mulai dengan menjadikan mobil niaga Esemka ini untuk kepentingan bantuan kita kepada kelompok tani, nelayan dan pelaku UKM. Langkah-langkah ini penting dilakukan sebagai upaya menjadikan Esemka sebagai mobil nasional," katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu secara khusus mengapresiasi peresmian pabrik mobil Esemka oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini. "Akhirnya mimpi panjang hari ini bisa diwujudkan, apapun bentuknya, darimanapun mulainya, akhirnya mobil Esemka bisa terwujud," ujarnya.




Sumber : Republika.co.id