GAWAT! FADJROEL TERINDIKASI KENA AMNESIA

 GAWAT! FADJROEL TERINDIKASI KENA AMNESIA

Fadjroel Rachman, seorang aktivis gerakan mahasiswa di era 98 yang dikenal luas di dunia maya sebagai sosok fenomenal karena keberaniannya mengkritik penguasa, kini terindikasi lupa ingatan.

Khalayak twitter tentu masih ingat sosok fenomenal Fadjroel yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden dari jalur independen. Fadjroel, dikenal keras dan garang mengkritik rezim SBY bagai seekor singa lapar.

Pasca pergantian rezim, Fadjroel masih lantang berbicara, meski konteksnya bukan mengkritik pemerintah melainkan mengkritik mereka-mereka yang mengkritik pemerintahan Jokowi. Ya. Fadjroel membela rezim Jokowi dengan sepenuh hati.

Sikap kritis yang dulu tertuju untuk rezim SBY, kini menguap entah ke mana. Sikap garang bak singa lapar, kini berubah menjadi seekor kucing yang mengeong manja. Apalagi pasca pengangkatan Fadjroel menjadi komisaris utama sebuah BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Fadjroel benar-benar sudah berubah menjadi serupa, maaf, Garfield, kucing nigrat gembul dengan mata yang selalu ngantuk dan enggan bergerak mencari mangsa.

Sebuah contoh nyata perubahan sikap Fadjroel bisa disimak melalui kicauannya siang kemarin menaggapi reshuffle jilid II Jokowi.

Fadjroel dengan ringan berkicau mengucapkan selamat datang kembali untuk mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati yang kini kembali menduduki pos sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro.

"Welcome back our finance minister Sri Mulyani Indrawati. Yes.. Work..Work..Work!," kicau Fadjroel, Rabu 27 Juli 2016.

Sekedar sebagai pengingat, pada tanggal 2 dan 3 Maret 2010, Fadjroel pernah berseru lantang agar Sri Mulyani dan Budiono mundur dari jabatan masing-masing. Pernyataan Fadjroel ini tentu bukan sembarangan pendapat yang tak didasari oleh fakta dan pengetahuan yang cukup.

 GAWAT! FADJROEL TERINDIKASI KENA AMNESIA

Maka netizen pun terkejut ketika pasca pengumuman reshuffle kemarin, Fadjroel nampak begitu bersemangat dan akrab memberi ucapan selamat datang pada Sri Mulyani.
\
Berbagai sindiran pun tertuju untuk Fadjroel. Mulai dari sindiran halus hingga yang agak 'sadis'.

"Woyy @fadjroeL ndower! Sehat lo?! :-) *gimana rasanya jilat ludah basi?", tanya netzen @ardianasmar.

""Ciyeeee, Om Panjul sekarang dah sohiban dengan SMI (Sri Mulyani Indrawati, red)", goda @kiahaly

@vishsatyawan menulis, "episode Om Panjul jadi politikus".

Entahlah. Fadjroel sendiri lebih mirip seseorang yang mengalami amnesia. Fadjroel seperti tak pernah ingat bahwa ia pernah dengan serius meminta Sri Mulyani mengundurkan diri. Fadjroel lupa bawa ia pernah menyerang Sri Mulyani dengan agresif.

Ah, nikmatnya kursi Komisaris Utama memang bisa membuat seorang aktivis jadi amnesia.



Sumber

Mau Langgeng Jadi Menteri Jokowi? Ikuti Kiat Berikut

 Mau Langgeng Jadi Menteri Jokowi? Ikuti Kiat Berikut

Kalau Anda kebetulan dipilih Presiden Joko Widodo masuk Kabinet Kerja Jilid III kelak, maka hindari ini, itupun kalau  Anda masih sayang jabatan.

Berkaca dari pendepakan Menteri ESDM dan Menko Kemaritiman, Ekonom Univesitas Paramadina, Prof Firmanzah memaparkan kiat agar tetap langgeng sebagai menteri di kabinet Jokowi.

Menurut Firmanzah, kedua menteri ini, acapkali memiliki sikap bersebrangan di muka publik. Hal inilah yang sangat tidak disukai Presiden Jokowi.

"Memang mengagetkan ketika Sudirman Said dan Rizal Ramli yang didepak dari kabinet. Karena, menurut saya, Presiden Jokowi ingin kabinet ekonomi ke depan, lebih solid lagi,"kata Firmanzah Rabu, 27 Juli 2016 seperti dirilis Inilahcom.

Sinyal reshuffle memang sudah terlihat bakal menghampiri Sudirman Said sejak Selasa malam 26 Juli 2016.. Kala itu, Sudirman dipanggil Presiden Jokowi ke Istana.

Usai pertemuan, tak ada pernyataan yang keluar dari Sudirman. Namun, tak lama kemudian, Sudirman mencurahkan perasaannya melalui akun twitternya.

Sekitar pukul 22:30 WIB, Sudirman menuliskan "Alhamdulillah, tugas besar selesai. Ladang amal dan perjuangan makin lebar. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang hebat ini. Thanks semua."

Rabu pagi, 27 Juli 2016, giliran Rizal Ramli berkicau: "Saya telah mencoba berbuat yang terbaik untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Terima kasih rakyat Indonesia. Terima kasih rakyat Indonesia.

Sebagai seseorang yang lahir dan diasuh dalam nuansa budaya Jawa yang amat sangat kental, Jokowi tentu paham perangai orang Jawa yang tidak menyukai konflik terbuka. Apalagi bila konflik itu terjadi pada dua orang yang berbeda strata atau jabatan.

Ada sebuah pitutur Jawa yang hingga kini masih digenggam erat oleh orang-orang yang dibesarkan dalam tradisi Jawa, termasuk Jokowi.

:"Inggih.. nanging mboten kepanggih..". Atau bisa diterjemahkan bebas dalam bahasa anak gaul sekarang, "Iyain aja deh, biar seneng". Mengiyakan sesuatu hal yang sebetulnya tak bersesuaian dengan isi hati hanya untuk menghindari konflik terbuka.

Publik tentu masih ingat ketika Megawati bersikukuh menetapkan Budi Gunawan. Jokowi tak menolak meski sosok Budi Gunawan bukanlah pilihannya.

Jokowi memilih menyerahkan bola panas ke tangan DPR dan KPK. Seperti diketahui, pada akhirnya, bukan Budi Gunawan yang menduduki tampuk Trunojoyo 1, melainkan Badrodin Haiti yang kini sudah diganti dengan Tito Karnavian.

Selain itu, tentu janganlah berusaha lebih terkenal daripada Presiden. Menteri-menteri yang kecentilan, apalagi melontarkan kata-kata "tolol" seperti Ignasius Jonan, adalah  "a big no" untuk Jokowi yang halus.

Selain itu, tentu saja, tunjukkan kinerja yang hebat dan miliki hubungan luas dengan para penyandang dana atau dengan Ketum PDI P Megawati Soekarnoputri.

Bila semua trik di atas dijalankan, dijamin, posisi Anda sebagai menteri di kabinet Jokowi akan awet.



Sumber

Baru Sehari Menjabat Gantikan Rizal Ramli, Luhut: Jangan Buat Kebijakan yang Rugikan Investor!

 Baru Sehari Menjabat Gantikan Rizal Ramli, Luhut: Jangan Buat Kebijakan yang Rugikan Investor!

Baru dilantik Rabu 27 Juli 2016 kemarin, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sudah berikan ‘sinyal’ pertimbangkan kepentingan investor di kasus reklamasi Teluk Jakarta.

Meski dia mengaku butuh waktu dua minggu untuk pelajari bidang kerja di tempat barunya, terutama terkait nasib Pulau G yang digarap PT Muara Wisesa Samudera (MWS), anak perusahaan pengembang PT Agung Podomoro Land (APL).

Mantan Menkopolhukam itu mengatakan tidak mau berandai-andai. Dan akan mengkaji kembali regulasi serta kenyataan di lapangan. Sambil tidak lupa mempertimbangkan aspek kepentingan rakyat dan kenyamanan berinvestasi di Indonesia tentunya.

“Jangan kita bikin salah. Jangan karena (kebijakan) kita lalu investor dirugikan, itu juga tidak fair,” kata Luhut usai menerima jabatan barunya sebagai Menko Kemaritiman, di Jakarta, Kamis (28/7).

Kader Partai Golkar ini juga mengatakan akan meninjau Pulau G pekan depan. Sembari membantah adanya sinyal intervensi dari Joko Widodo terkait nasib Pulau G. “Nggak ada sinyal-sinyalnya dari Istana terkait reklamasi. Minggu depan saya akan ke sana, ke pulau itu (Pulau G),” ujar dia.

Sebelumnya, pasca pencopotan Rizal Ramli dari jabatan Menko Kemaritiman, muncul kecurigaan jika itu terkait erat dengan sepak terjang si ‘Rajawali Ngepret’ untuk kasus reklamasi Teluk Jakarta. Dimana Rizal selaku pimpinan dari tim yang mengusut reklamasi menemukan ada pelanggaran berat yang terjadi di proyek reklamasi Pulau G. Sehingga keputusan diambil: pembangunan Pulau G dihentikan.

Tak lama, timbul seteru antara Rizal dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang beranggapan keputusan menghentikan tidak bisa dilakukan pejabat sekelas menteri, melainkan harus oleh presiden langsung.

Alhasil, komentar bernada curiga pun muncul dari pencopotan Rizal. Antara lain Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa yang menilai pencopotan Rizal memperkuat dugaan keterlibatan Presiden Jokowi dalam skandal reklamasi Teluk Jakarta.

“Kalau begitu benar apa yang disampaikan Ahok dong bahwa bila tidak didukung pengembang (reklamasi) ini, Jokowi tidak akan jadi presiden,” ujar politisi Gerindra itu, Rabu, 27 Juli 2016..

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Profesor Siti Zuhro juga mengaku kaget dengan pencopotan Rizal. “Sangat mengejutkan dan di luar dugaan. Karena publik tahu Rizal Ramli benar-benar mengaplikasikan dan mendukung penuh apa yang menjadi Program Nawacita, sesuai dengan visi misi Presiden Jokowi,” kata dia, Rabu 27 Juli 2-16.

Bahkan menurut Siti Zuhro, Rizal berani “pasang badan” membela kebijakan pemerintah yang terkendala. Sosok menteri seperti Rizal untuk berani menolak kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat, menurut dia justru sangat dibutuhkan di pemerintahan Jokowi.  “Rizal selama ini dikenal tegas menolak reklamasi pantai utara Jakarta,” katanya lagi.


Sumber

SOLD OUT! Teman Kapok Takut Independen 2017 #BalikinKTPGue

 SOLD OUT! Teman Kapok Takut Independen 2017 #BalikinKTPGue

Keputusan Ahok untuk memilih jalur partai politik dan tidak lewat jalur independen menuai berbagai respon.

Seorang netizen yang mengaku menyerahkan KTP nya untuk Ahok melalui Teman Ahok menyatakan kecewa setelah Ahok memutuskan untuk maju lewat partai politik.

 SOLD OUT! Teman Kapok Takut Independen 2017 #BalikinKTPGue

Tanggapan lain muncul dari Ketua DPD Partai Gerindra DKI, Mohamad Taufik mengaku tak terkejut dengan keputusan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah memilih maju Pilgub DKI lewat jalur partai.

Taufik mengatakan, bukan sikap Ahok namanya bila tidak mudah meninggalkan suatu, sama halnya Gerindra beberapa waktu lalu.

Soal ditinggalkannya Teman Ahok kini, Taufik mengaku sudah memprediksinya sejak lama.

"Kan sudah saya bilang, buat kita gak aneh tuh, gak kaget lah. Berarti harus ucapin selamat tinggal buat siapa tuh namanya, Teman Ahok," ujar Taufik saat dihubungi, Kamis, 28 Juli 2016.

Selebihnya, dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI itu, yang harus dipikirkan Ahok lebih jauh adalah nasib warga DKI yang telah rela memberikan copy KTP sebagai bentuk dukungan untuknya.

Bukan tidak mungkin bila warga tersebut kecewa dengan Ahok karena keputusannya yang memilih jalur partai untuk maju dari Pilgub. Terlebih Ahok pernah sesumbar bahwa kebanyakan Parpol berafiliasi dengan uang ketika mencalonkan seorang sosok di Pemilihan Umum.

"Makanya biarin aja, mungkin mau buat pajangan kali tuh KTP," ungkap Taufik.

Di lain pihak, jejak digital yang kini seolah menjadi sebuah senjata untuk membuktikan mengenai konsistensi dan komitmen seseorang atau pihak terkait ucapan dan pemikirannya di media sosial.

Termasuk jejak digital yang ditinggalkan oleh Teman Ahok. Dan jejak digital tentang cuitan akun Twitter @TemanAhok, seharusnya memberikan pencerahan  bagaimana kita bisa menilai organisasi seperti Teman Ahok ini

“Inilah kenapa kita tidak percaya lagi dgn parpol. kita lihat sendiri di sidang MKD. makanya kita harus maju independen” (Cuitan akun resmi @TemanAhok pada 7 Desember 2015)

Dan tengoklah pernyataan Teman Ahok setelah Ahok mendeklarasikan diri maju melalui jalur partai politik

“Kami menghargai dan mendukung keputusan Ahok, setelah kami melakukan dialog dengan Pak Ahok, perwakilan dari tiga partai pendukung Golkar, Nasdem dan Hanura. Akhirnya, Ahok memutuskan untuk maju menggunakan kendaraan partai politik bersama dengan Teman Ahok,” jelas Amalia Ayuningtyas salah satu pendiri Teman Ahok

Para anak muda Teman Ahok ini, memberi contoh pembelajaran politik yang kasar, opportunis dan mudah berkhianat akan janji komitmen

Karena ulah Teman Ahok yang oportuins dan licik, membuat publik berpikir bahwa semua anak muda yang ingin terjun berpartisipasi kedunia politik, tak ada bedanya dengan Teman Ahok; cenderung Licik, berkhianat dan opportunis

Begitulah jejak digital dapat memberikan pembuktian terkait janjidan pemikiran sebuah gerakan; sejauhmana kita akan diarahkan dan akhirnya harus paham menjadi korban yang dimanfaatkan demi kelicikan sebuah organisasi yang berlabel relawan politik.

Hal lainnya yang menarik untuk disimak adalah munculnya cuitan cuitan dengan tagar #BalikinKTPGue dan sindiran-sindiran untuk Teman Ahok.yang diubah namanya menjadi Teman Kapok. Dan yang terpedas adalah sindiran bahwa Ahok Takut Independen 2017.

Intinya sama. Ahok dan Teman Ahok mempertontonkan sandiwara politik yang menjijikkan. Jangan heran bila ada ungkapan bahwa Teman Ahok yang membuat kapok para pemberi KTP, Ahok yang takut maju dari jalur independen, sudah SOLD OUT. Alias habis "terjual" sehingga tak perlu dipertimbangkan dalam kontes Pilgub DKI 2017 kelak.


Sumber

Surat Terakhir Anies Baswedan Gegerkan Facebookers

 Surat Terakhir Anies Baswedan Gegerkan Facebookers

Anies Baswedan tidak lagi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Jokowi. Posisinya digantikan oleh Profesor M. Effendy melalui perombakan Kabinet Kerja Rabu 27 Juli 2016 siang kemarin. Pasca resmi diberhentikan, Anies Baswedan membuat surat pamitan.

Surat berkop lambang burung garuda itu diunggah Anis di laman Facebook Anies Baswedan,  Rabu 27 Jili 2016 pukul 17.18 WIB. Berikut ini isi surat pamitan Anies Baswedan:

Demikian isi surat pamit Anies

“Kepada Yth.

Ibu/Bapak Guru, Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selama 20 bulan ini saya mendapatkan kehormatan menjalankan sebuah amanah konstitusi dan amanah dari Allah SWT untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jalur pemerintah.

Hari ini saya mengakhiri masa tugas di Kemneterian pendidikan dan Kebudayaan.

Tugas ini telah dicukupkan.

Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi pada Presiden Jokowi yang telah memberikan kehormatan ini.

Tugas besar ini mendasar karena pendidikan dan kebudayaan menyangkut masa depan kita, masa depan bangsa tercinta.

Sejak bertugas di Kemendikbud, saya meneruskan kebiasaan berkeliling ke penjuru Indonesia, ke sudut-sudut Nusantara, berbincang langsung dengan ribuan guru dan tenaga kependidikan.

Saya menemukan mutiara-mutiara berkilauan di sudut-sudut tersulit Republik ini.

Dinding kelas bisa reyot dan rapuh, tapi semangat guru, siswa dan orang tua tegak kokoh.

Dalam berbagai kesederhanaan fasilitas, sebuah PR besar Pemerintah, saya melihat gelora keceriaan belajar yang luar biasa.

Ibu dan Bapak yang amat saya hormati, kami sebangsa menitipkan persiapan masa depan Republik ini.

Di sekolah tampak hadir bukan saja wajah anak-anak, tapi juga wajah masa depan Indonesia.

Teruslah songsong anak-anak itu dengan hati dan sepenuh hati, ijinkan mereka menyambut dengan hati pula.

Jadikan pagi belajar pagi yang cerah.

Sesungguhnya bukan matahari yang menjadikan cerah, tapi mata hati tiap anak, tiap guru yang menjadikannya cerah.

Di hari terakhir saya bertugas di Kemneterian Pendidkan dan Kebudayaan, ijinkan saya menyampaikan harapan kepada Ibu dan Bapak semua.

Harapan agar perubahan dalam pendidikan terus menuju ke arah yang lebih baik.

Mari kita teguhkan komitmen untuk menjadikan sekolah sebagai taman yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.

Mari kita pastikan bahwa sekolah menjadi menjadi tempat dimana anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya, memenuhi potensi unik dirinya.

Mari kita jadikan sekolah sebagai sumur amal yang darinya akan mengalir pahala tanpa henti bagi Ibu dan Bapak semua.

Ibu dan Bapak teruslah bergandengan erat dengan orang tua, bersama menuntun anak-anak meraih masa depannya, menjawab tantangan jamannya, melampaui cita-citanya.

Saya titipkan kepada Ibu dan bapak Guru berbagai perubahan yang telah kita mulai bersama, baik dalam bentuk peraturan-peraturan baru yang mendorong ekosistem sekolah menyenangkan dan bebas dari kekerasan, maupun melalui pembiasaan dan praktik baik di sekolah.

Ibu dan Bapak yang saya banggakan, Menteri boleh berganti, tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik anak-anak bangsa tak boleh berhenti.

Masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah yang harus ditunaikan bagi guru dan tenaga kependidikan, saya percaya itu semua akan dituntaskan.

Mari kita lanjuutkan perjuangan, beri dukungan pada komitmen pemerintah dalam membangun sekolah menyengkan serta jaga stamina raga, rasa dan cipta Ibu dan Bapak semua.

Ijinkan saya pamit sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, teriirng rasa terim kasih, juga permohonan maaf tak hingga atas segala khilaf yang ada.

Salam hormat saya untuk Ibu dan Bapak semua.

Mari kita teruskan ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini.

Wasslamaulaikum warahmatullkahi wabaraktuh.

Jakarta, 27 Juli 2016.

Surat pamit Anies ini menggegerkan media sosial facebook. Hingga berita ini diturunkan, status Anies tersebut sudah dishare sebanyak 25.705 kali dan menyentuh hati 38ribu lebih facebookers.


Sumber


Beragam Fakta Menarik di Balik Reshuffle Kabinet Jilid II

Beragam Fakta Menarik di Balik Reshuffle Kabinet Jilid II

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016) mengumumkan perombakan Kabinet Kerja untuk kali kedua sejak yang pertama pada 12 Agustus tahun lalu, dan pada hari yang sama melantik menteri pada jabatannya masing-masing.

Beragam fakta menarik mengiringi perombakan kabinet ini terkait dengan pergeseran jabatan, nama menteri dan latar belakang mereka.

Salah satu yang menarik adalah kemunculan anak mantan menteri yang menduduki jabatan yang sama dengan ayahnya, yakni Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto yang menduduki jabatan yang sama dengan yang pernah diduduki ayahnya Hartarto Sastrosoenarto pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

Hartarto Sastrosoenarto bahkan terus dipercaya sebagai Menko Produksi dan Distribusi pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) dan Menko Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan VII (1998-1999).

Airlangga bukan merupakan sosok baru di bidang perindustrian karena dalam kapasitas sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 pernah menduduki Ketua Komisi VI yang membidangi masalah perindustrian.
Posisi Airlangga sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar tampaknya harus ditanggalkan karena Presiden Jokowi tidak mengizinkan menteri merangkap pengurus partai.



Fenomena anak menteri yang menduduki jabatan yang sama dengan ayahnya, sebelumnya disandang oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang menduduki jabatan yang sama dengan ayahnya, Saifuddin Zuhri, yang pernah berkali-kali menjabat Menteri Agama pada era pemerintahan Presiden Soekarno yakni pada Kabinet Kerja III (1962), Kabinet Kerja IV (1963), Kabinet Dwikora (1964), Kabinet Dwikora II (1966), hingga awal Presiden Soeharto pada Kabinet Ampera I (1966-1967).

Lukman Hakim Saifuddin menduduki jabatan Menteri Agama sejak beberapa bulan sebelum pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berakhir hingga kini pada era pemerintahan Presiden Jokowi.

Fakta menarik lainnya adalah kembalinya menteri pada posisi yang sama setelah bertahun-tahun ditinggalkan, yakni Wiranto yang kembali menduduki jabatan Menko Polhukam dan Sri Mulyani Indrawati yang menggawangi kembali jabatan Menteri Keuangan.

Wiranto pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid pernah menduduki jabatan Menko Polhukam kurang dari lima bulan, yakni sejak 26 Oktober 1999 hingga 15 Februari 2000. Mantan Panglima TNI (16 Februari 1998 hingga 26 Oktober 1999) merangkap Menhankam (14 Maret 1998 hingga 20 Oktober 1999) itu pernah terkena reshuffle oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Sri Mulyani pada masa pemerintahan Presiden Yudhoyono pernah menduduki jabatan Menteri Keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II (7 Desember 2005 hingga 20 Mei 2010) dan sempat merangkap menjadi Pelaksana Tugas Menko Perekonomian pada 13 Juni 2008 hingga 20 Oktober 2009.

 

Wanita pertama yang menjadi Menteri Keuangan terbaik Asia tahun 2006 itu kemudian menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat, sejak 1 Juni 2010, sekaligus menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan itu.

Sebelumnya Sri Mulyani pernah menduduki jabatan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Bersatu (21 Oktober 2004 hingga 7 Desember 2005).


Sumber