Sadis, seorang ibu aniaya anak kandungnya hingga tewas

Ilustrasi
Dengan kejadian ini, PT (20) ditetapkan menjadi tersangka atas pembunuhan anaknya kandungnya sendiri yang berinisial SJ. Berdasarkan keterangan yang didapat dari pihak kepolisian dan dari para saksi, penganiayaan sadis yang dilakukan oleh PT (20) tidak cuma sekali ini saja, namun hampir setiap hari anak kandungnya tersebut dianiaya.

"Dari hasil penyelidikan dan meminta keterangan beberapa orang saksi termasuk ayah korban yang berinisal SA, pembunuhan itu mengarah kepada ibu korban yaitu PT, warga Desa Sirnaresmi, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi," ucap Kabag Operasi Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim, Kamis 28 Januari 2016.

Berdasarkan informasi itu, PT (20) dengan teganya memukuli anak kandungnya sendiri setiap kali SJ minta sesuatu. PT (20) cuma membentak, akan tetapi berlanjut dengan memukul korban SJ menggunakan tangan sampai benda-benda tumpul yang ada di dekat tersangka.

Penganiayaan tersebut sering dilakukan di rumah tersangka. Untuk menghilangkan batang bukti, ibu sadis ini berdalih bahwa anaknya sakit demam berdarah, dan saat kritis, balita perempuan ini sempat dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.


Kompol Sulaeman mengatakan bahwa tersangka ditangkap di Terminal Kota Sukabumi yang diduga akan melarikan diri ke luar daerah. PT (20) dibekuk tidak lama setelah polisi melakukan olah TKP di rumah kontrakan PT dan SJ.

"Kami masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap motif di balik pembunuhan yang dilakukan oleh orangtua korban,"

Sementara itu suami tersangka SA
mengatakan bahwa perilaku yang kasar istrinya kepada anaknya itu sering dilihat oleh dirinya. Bahkan sering terjadi cekcok mulut di antara keduanya jika SA melarang PT supaya tidak berlaku kasar kepada SJ buah cinta dari pasangan muda ini.

"Penganiayaan dilakukan istri saya, jika kami bertengkar dan SA melampiaskannya ke anak saya seperti memukul maupun menampar," katanya.

Menurut hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak Polres Sukabumi Kota, SJ meninggal karena luka parah karena siksaan oleh ibunya, dan tulang tengkorak dan rusuknya retak akibat hantaman benda tumpul.

Waspadalah, berikut beberapa gejala Virus Zika

Ilustrasi
Baru-baru ini Dunia kesehatan dihebohkan dengan adanya penemuan baru, yaitu penyakit yang bernama Virus Zika.

Virus Zika tersebut bisa mengakibatkan sipenderitanya alami gejala seperti demam berdarah. Untuk kita yang belum mengetahui banyak tentang Virus Zika maka akan menyangka bahwa virus Zika tersebut ialah virus demam berdarah.

Virus Zika tersebut sebenarnya sudah ada semenjak 1947 di Uganda. Virus Zika dideteksi dari badan hewan endemik Uganda yakni kera. Dan ternyata virus ini bisa menular terhadap tubuh manusia. Serangan dari virus Zika ini semakin luas mulai dari negara-negara di Afrika, kawasan negara kepulauan Mikronesia, kepulauan Karibia, Amerika selatan, dan sampai di Jambi, sebuah propinsi di Indonesia yang sampai pada 2015.

Perkembangan virus Zika diawali melalui nyamuk Aedes aegypti yang masih satu jenis dengan virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan juga penyakit cikungunya. Gejala yang ditimbulkan mirip sekali seperti demam berdarah yakni demam tinggi, tulang dan persendian terasa ngilu, juga terasa lemas dan lesu.

Beberapa gejala yang membedakan virus Zika dan demam berdarah :

1. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung paling tinggi hanya 38 derajat celcius. Sementara penyakit demam berdarah, demamnya bisa berlangsung sangat tinggi.

2. Jika di penyakit demam berdarah yang muncul adalah bintik-bintik merah sekujur badan, maka pada pasien penyakit Zika muncul beberapa ruam yang lebar dengan benjolan tipis. Terkadang ruam ini berubah warna menjadi merah tua.

3. Penderita penyakit Zika juga akan mengalami keluhan infeksi mata yaitu mata kemerahan disertai dengan munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.

Maka dari itu kita harus selalu membiasakan hidup bersih, lingkungan yang bersih agar tidak jadi tempat berkembangnya penyakit.