Para Koboi pahlawan KPK


Kami akan mencatat dan bercerita pada teman teman, saudara, adik adik kami dan semua orang di Negeri ini.

Dulu di Negeri ini ada jagoan hebat, koboi pahlawan KPK yang berani memburu dan menangkap para koruptor kakap, memasukkannya kedalam penjara!

Para koboi pahlawan KPK itu sungguh berani, jujur dan hidupnya sangat sederhana. Mereka memburu koruptor tanpa pernah merasa gentar dan takut!

Para koboi pahlawan KPK itu menangkap hampir seluruh petingi koruptor diberbagai instansi di Negeri ini!

Mulai dari Bupati, gubernur, menteri, jendral aktif dan pensiunan jendral, pengusaha, ketua DPRD, Anggota DPR, ketua partai politik, Jaksa, birokrat, ketua MK dll, yang jumlahnya mungkin ribuan!

Para koboi pahlawan KPK itu begitu berani dan ditakuti para tikus koruptor di Negeri ini.

Karena para koruptor terancam ladang dan kehidupannya, akhirnya para koruptor sepakat mengeroyok Koboi pahlawan KPK!

Dalam duel yang sangat tidak berimbang, Koboi pahlwan KPK ditembak hampir dari segala penjuru oleh ribuan Koruptor!

Selamat jalan para Koboi pahlawan KPK, kepahlawananmu dan heroikmu akan selalu kami kenang!

Kepahlawananmu akan dikenang sepanjang masa oleh anak cucu generasi di Negeri ini!

Giliran Adnan Pandu dilaporkan ke Bareskrim


Presiden Jokowi menyikapi pelaporan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja ke Bareskrim oleh Kuasa hukum PT Desy Timber, Mukhlis Ramlan dalam kasus dugaan perampasan saham perusahaan. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan Jokowi memerintahkan Polri untuk netral dan berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Presiden memerintahkan kepada Polri supaya proses hukumnya berjalan dengan aturan hukum yang ada, tidak ada manuver lain selain patokan aturan hukum," tutur Andi Istana Negara, Jakarta, Sabtu (24/1).

Selain itu juga, Jokowi akan menyiapkan langkah yang menjamin KPK tetap bisa menjalankan fungsinya, mewujudkan pemerintahan bersih dari KKN.

Andi juga menjelaskan bahwa Jokowi menegaskan supaya setiap lembaga pemerintah saling bersinergi, agar kasus perselisihan KPK vs Polri tidak lagi terjadi.

"Jadi kelembagaan penegak hukum yang mempunyai fungsi untuk itu harus betul betul melakukan kerja sama, membangun hubungan yang kuat agar amanat reformasi itu bisa tetap ditegakkan," jelasnya.

Presiden mengamati perkembangan dua hari terakhir, kemarin dan hari ini terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, meminta Polri supaya kalau ada kasus hukum yang terjadi melibatkan WNI, terutama kasus sensitif yang mendapat perhatian luas dari publik, harus sesuai mekanisme dan hukum yang berlaku.

"Betul-betul ditegakkan, tidak ada manuver-manuver lain selain dari pada aturan hukum yang ada," ungkap Andi.

Rapat hari ini dengan Wakapolri Komjen Polisi Badrodin Haiti bersama Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdijatno, Menkum HAM Yasonna Laoly dan Jaksa Agung HM Prasetyo membahas mengenai metode-metode untuk penguatan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ketika disinggung tidak adanya unsur pimpinan KPK di rapat tersebut, Andi menjelaskan bahwa presiden menginginkan dengan empat unsur pimpinan tersebut saja.

Maaf pak Presiden,ini judulnya Presiden Serba GAK JADI


Dulu heboh mobil SMK, ujung-ujungnya GAK JADI.

Dulu heboh beres banjir Jakarta, ujung-ujungnya GAK JADI.

Dulu heboh beres macet Jakarta, ujung-ujungnya GAK JADI. 

Dulu heboh Monorel Jakarta, ujung-ujungnya GAK JADI. 

Dulu heboh anggaran desa 1.4 Milyar, ujung-ujungnya GAK JADI. 

Dulu heboh sosoknya sederhana, ujung-ujungnya GAK JADI. 

Dulu heboh tidak bagi-bagi kekuasaan, ujung-ujungnya GAK JADI. 

Dulu heboh nasionalisme tinggi, ujung-ujungnya GAK JADI. 

Dulu heboh 2 minggu beres, ujung-ujungnya GAK JADI. 

Jangan HARAP tol laut terealisasi, yakin GAK JADI.

Jangan HARAP swasembada pangan, yakin GAK JADI.

Jangan HARAP rupiah menguat, yakin GAK JADI.

Jangan HARAP lowongan pekerjaan, yakin GAK JADI.

Jangan HARAP, janji-janji dilaksanakan, yakin GAK JADI.

Nah yang JADI adalah :

BBM naik tinggi susu tak terbeli.

Sembako mahal tapi langka tuk dibeli.

Banjir makin parah di sana-sini.

Macet gak terbendung banyak yang mati.

Ngobok-obok PARPOL agar bekerja sendiri.

Ngobok-obok POLRI agar tak dikriminalisasi.

Ngobok-obok ORMAS, agar tak dikebiri.

Mari kita teriakkan ... "Indonesia HEBAT .. .Indonesia HEBAT .... Indonesia Merdeka..."

KPK minta pengamanan dari TNI,karena tidak percaya dengan Polri


Setelah dibebaskannya wakil ketua KPK Bambang Widjojanto , banyak pihak khawatir akan adanya penggeledahan yang berlebihan dari pihak Bareskrim Mabes Polri. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ketua KPK Abraham Samad, meminta Panglima TNI Jendral Moeldoko untuk bantu back up pengamanan KPK.

Pengacara kondang Todung Mulya Lubis menyatakan, polemik KPK dan Polri menimbulkan banyak informasi simpang siur. Dia menambahkan, pasca penangkapan Bambang Widjojanto  yang dilakukan penyidik Polri, ada kabar bahwa pihak Polisi akan melakukan penggeledahan paksa di gedung KPK.

"Karena memang banyak sekali informasi yang simpang siur terhadap KPK, itu yang saya dengar. Jadi katanya akan ada penggeledahan yang dilakukan oleh bareskrim, di lingkungan KPK juga jadi ada banyak sekali orang-orang yang dicurigai," ungkapnya.

Todung menilai, langkah Abraham Samad meminta bantuan terhadap Panglima TNI adalah sah-sah saja. Menurutnya dengan adanya bantuan pengamanan dari TNI maka bisa ada penengah untuk menghindari adanya gesekan yang tidak diinginkan.

"Saya tahu memang seharusnya pengamanan dilakukan oleh pihak kepolisan. Tapi kan kita tahu masalah sekarang ini tidak menguntungkan bagi KPK. Mungkin saja saat penggeledahan polisi nanti tidak menyiapkan bantuan pengamanan. Jadi TNI adalah merupakan opsi lain," terangnya.

Dia berharap walaupun ada permasalahan antara Mabes Polri dan KPK, pihak kepolisian seharusnya bisa melakukan tugasnya secara profesional tanpa melihat adanya perseteruan pada tingkat atasan.

"Memang ketegangan antara KPK dan pihak Kepolisian sudah membuat siapapun merasa khawatir dan tidak aman. Tapi terlepas adanya konflik dengan KPK, polisi yang mengamankan saya rasa harus profesional," jelasnya.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjend Fuad Basya mengatakan TNI sudah diterjunkan untuk mengawal konflik antara dua institusi negara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Polri.

"Kan ada petunjuk presiden kepada pimpinan KPK dan Kapolri bahwa jangan sampai ada gesekan antara dua institusi. Kalau intitusi sipil yang terlibat itu kan Polri yang mengamankan. Tapi karena ini permasalahan Polri dan KPK, Polri terlibat, maka panglima TNI merasa punya kewajiban mengamankan," ungkap Fuad Basya.

Fuad menjelaskan, semenjak kemarin personel TNI telah diterjunkan untuk mengawal konflik dua institusi penegak hukum itu. Di antaranya Kopassus dan intelijen. "Ya, Kopassus kita siagakan, ada intelijen juga. Intinya ini untuk menjaga internal," ungkapnya.

Pengawalan konflik antara KPK vs Polri yang dilakukan TNI ini, sesuai dengan tugas-tugas TNI misalnya membantu tugas presiden, melindungi wilayah NKRI dan keselamatan bangsa. Bisa dibayangkan jika memang benar ada gesekan antara KPK vs Polri.

Yuddy Chrisnandi membantah telah melakukan pemborosan anggaran negara


Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN dan RB) Yuddy Chrisnandi membantah telah melakukan pemborosan anggaran negara mengenai pembentukan tim ahli menteri yang berisi 24 orang yang diketuai oleh politikus Golkar Indra Jaya Piliang. Klaim tersebut ternyata tidak sesuai dengan fakta. Kenyataannya, untuk membayar tim ahli dia harus mengeluarkan dana anggaran sebesar Rp 54 juta.

Dalam dokumen yang ditujukan kepada Kasubag TU Menteri, tertulis bahwa permohonan dana operasional menteri dengan total dana Rp 65.750.000. Dokumen permohonan tersebut dibuat pada tanggal 14 Januari 2015.

Perinciannya adalah, honor tim ahli sebesar Rp 54.000.000. Kemudian bantuan untuk Gemura Rp 10.000.000, bantuan untuk masjid di Ambon Rp 1.000.000, bantuan untuk Bpk Abas (Hanura) Rp 500.000 dan biaya pasang sound sistem (ADC) Rp 250.000.

"Demikian permohonan kami, kiranya permohonan tersebut ... (tidak terbaca) dalam waktu yang tidak terlalu lama." tulis petikan dari isi permohonan dana operasional itu.

Fakta tersebut membantah pernyataan Yuddy di gedung Kompleks DPR kemarin. Dia menyatakan anggota tim ahli tersebut adalah orang yang mau berkomitmen ikut membangun bangsa tanpa pamrih. Hingga negara tidak terbebani dengan keberadaan mereka.

"Pemborosan itu kalau pakai uang negara, menggunakan fasilitas pemerintah. Mereka datang dengan patriotic call," ungkap Yuddy.

"Mereka orang yang punya kompetensi, punya keahlian dan mereka mau tidak digaji itu yang penting. Kalau ada yang mau lagi bagus, seratus gak apa-apa yang penting negara tidak menambah pengeluaran," jelasnya.

Ketua Tim Ahli Indra Piliang yang dihubungi terpisah pada saat sebelumnya mengaku mendapat honor dari kementerian. Akan tetapi jumlahnya menurut dia tidak seberapa. "Dihitung berdasarkan kehadiran. Tiap rapat dibayar Rp 250.000, itu juga rapatnya tidak setiap hari. Kalau benar dana operasional dianggarkan Rp 54 juta, tinggal dibagi saja 24 orang, cuma dapat Rp 2 jutaan kan," terangnya.

Indra menjelaskan, selama bekerja sebulan terakhir, tim ini tidak mendapat fasilitas khusus. "Kita disediakan hanya satu ruang, isinya 5 kursi dan meja untuk rapat. Kita lebih banyak kerja di luar, tidak seperti PNS," ungkapnya.

Yusril sarankan Abraham Samad polisikan Hasto


Masalah mengenai penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka rekening gendut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin memanas. Bahkan politikus PDIP Hasto Kristiyanto berani menuduh penetapan tersangka tersebut dilatarbelakangi oleh motif ketidakpuasan Ketua KPK Abraham Samad karena batal dijadikan Cawapres dari Jokowi di Pilpres tahun 2014 yang lalu.

Terkait persoalan tersebut, advokat senior Yusril Ihza Mahendra meminta Abraham Samad untuk tidak tinggal diam atas tindakan Hasto tersebut. Dia memberi saran supaya ketua KPK melaporkan Hasto ke polisi.

Saran tersebut termuat dalam akun Twitter milik Yusril, @Yusrilihza Mhd. Dalam akunnya tersebut, Yusril mendesak Hasto menunjukkan alat bukti selain saksi pertemuan Samad dengan petinggi PDIP.

"Sebaliknya kalau Hasto memfitnah, ya jangan didiamkan dong. Laporkan Hasto ke polisi. Wah tambah ngeri2 sedaaaap...," tulis Yusril dalam akun resmi miliknya, Kamis (22/1).

Yusril merasa penasaran dengan omongan Hasto tersebut. Dia juga meminta Hasto mengunggah rekaman CCTV yang membuktikan pertemuan tersebut.

"Mestinya Hasto gak ngomong doang, upload dong rekaman pertemuan yang Pak Abraham Samad dibilang pakai masker dan topi kayak ninja itu. Saya pun mau nonton jugag," kata Yusril.

Dia mendesak agar bukti rekaman CCTV tersebut diunggah. Menurutnya, lokasi sekelas Apartemen Capital pasti memiliki alat keamanan yang canggih.

"Apartemen Capital masa sih gak punya rekaman CCTV Pak Abraham Samad yang dibilang datang pakai masker dan topi kaya ninja itu," tulis Yusril.

KPK : Tuduhan Plt Sekjen PDIP terhadap Abraham Samad tidak jelas


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Abraham Samad mengaku telah difitnah oleh pernyataan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Namun sayang dia tidak memberikan pernyataan langsung buat menyangkal tudingan tersebut dan malah mewakilkannya kepada Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi Sapto Prabowo.

Johan juga diminta menjelaskan apakah dalam bantahannya Abraham Samad juga memberikan bukti kuat mengenai keberadaannya dalam waktu dituduhkan oleh Hasto. Namun, Johan menyatakan Abraham Samad memang tidak perlu memberikan alibi apapun karena menganggap pernyataan Hasto adalah fitnah.

Tidak hanya itu, Johan juga menyebut tuduhan yang ditujukan kepada Abraham Samad tidak jelas.

"Bagaimana kalau menjelaskan bukti-bukti kalau tuduhannya tidak jelas...? Kalau pertemuan tanggal X di apartemen Y, ada pembicaraan seperti ini, tentu kita minta klarifikasi ke Pak Ketua, tapi tuduhan tidak jelas," ungkap Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kamis (22/1).

Johan juga meminta pihak-pihak tertentu tidak mendompleng dan memperkeruh suasana. Menurutnya, hal ini juga tidak ada hubungannya dengan kasus dugaan gratifikasi dan suap yang disangkakan kepada Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan.

"Ini tidak ada hubungannya dengan kasus Komjen Budi Gunawan. Keputusan tersebut murni atas persetujuan empat pimpinan dan sudah melalui prosedur," ungkap Johan.

PDIP : kecewa Jokowi tunda pelantikan Budi Gunawan jadi Kapolri



Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan mengaku kecewa dengan langkah yang diambil oleh Presiden Joko Widodo dengan menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Trimedya menambahkan, selama rapat paripurna pembahasan uji kelayakan dan kepatutan tidak terdapat interupsi.

"Kami sebagai partai pengusung pemerintah, tentu saja kami kecewa dengan sikap presiden mengenai pelantikan bapak Budi Gunawan," ungkap Trimedya dalam acara Aktual Forum, Minggu (18/1).

Walaupun kecewa dengan pilihan Jokowi, Ketua DPP Bidang hukum PDIP tersebut berharap ada kepentingan yang lebih besar dari penundaan pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri. " Kita sama-sama kecewa, mudah-mudahan kita melihat kepentingan yang lebih besar lagi," ungkapnya.

Presiden Joko Widodo menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri dan mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) terkait pergantian Kapolri. Dalam Kepresnya, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti ditugaskan menjadi pelaksana tugas (Plt) Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman.

Masalah buang air kecil, sopir bus hampir ditikam penumpangnya


Sebuah rekaman camera pengintai CCTV memperlihatkan sopir bus yang ditampar, ditendang, bahkan hampir ditusuk oleh salah seorang penumpang bus. Hal ini karena si sopir tidak mengikuti permintaan penumpang yang ingin buang air kecil.

Wang Shenming dihajar dibagian kepala karena tidak menghentikan busnya atas desakan dari Wen Wei dan Tain Shen. Kedua penumpang bus tersebut sudah tidak tahan lagi ingin kencing padahal bus tidak bisa berhenti sebelum mencapai tujuan.

Peristiwa tersebut terjadi di Provinsi Neijang, China. Dua penumpang tersebut memaksa Wang meminggirkan bus ke tepi jalan hingga mereka bisa buang air kecil di pinggiran jalan. Akan tetapi Wang menolak dan mengatakan mereka harus menunggu bus berhenti di terminal berikutnya 10 menit lagi.

"Tapi mereka tidak tahan. Akhirnya mereka membentak saya dan menampar wajah saya. Saya mencoba menenangkan mereka tapi semakin kasar bahkan mencoba menikam saya," ungkap Wang.

Wang mengatakan sudah dua dekade dia menyetir bus namun tak pernah menghadapi situasi seperti ini. Wang diselamatkan oleh mantan tentara yang bernama Tang Kaijun. Dan akhirnya dia mengalah dan menepi. Setelah dua orang tersebut turun dia menelepon polisi yang langsung meringkus penumpang tidak sopan tersebut.

Perjalanan hidup om Bob Sadino


Almarhum Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha yang sukses pemilik tunggal Kems Grup (KG). Salah satu anak usaha yang terkenal dari Kems Grup ialah supermarket Kemchiks yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan.

Kemchiks yang cuma ada satu di Indonesia terkenal di kalangan ekspatriat atau orang asing yang menetap di Indonesia. Walaupun sudah terkenal pria yang akrab disapa Om Bob ini bersikeras tidak ingin berekspansi. Dia tetap menjaga kualitas produknya.

Kesuksesan Bob Sadino seperti saat ini tidak mudah didapatkannya. Sebelum menjadi pengusaha, pria kelahiran Bandar Lampung, 9 Maret 1939 ini pernah merasakan susahnya mencari uang di Jakarta. Bisnisnya jatuh bangun.

Bob Sadino pernah bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah per hari Rp 100. Pekerjaan tersebut diambilnya setelah mobil Mercedes buatan tahun 1960-an yang biasa disewakannya rusak setelah mengalami kecelakaan. Pada saat itu Om Bob benar-benar berada di bawah.

Bob Sadino memulai usahanya dengan berjualan daging olahan dan telur ayam negeri. Dia memulai usahanya pada tahun 1970.

"Pada tahun 70-an, di penghujung saya kerja sebagai kuli selama setahun, saya perhatikan kok telur di Indonesia beda dengan yang saya lihat di Eropa," kata Bob sadino seperti dikutip dari wawancara di Kick Andi.

Dia kemudian menulis surat kepada temannya yang berada di Belanda untuk mengirimkannya anak ayam negeri dan majalah mengenai cara beternak. Setelah mendapatkan pesanannya, Om Bob mulai memasarkan dagangannya dari rumah ke rumah.

"Saya jual telur ayam itu dari rumah ke rumah orang Indonesia, tapi tidak ada yang mau beli. Katanya, telur yang saya jual beda dengan telur ayam kampung," ungkapnya.

Keberuntungan mulai berpihak ketika dirinya mengetuk pintu rumah seorang ekspaktriat yang memang banyak tinggal di Kemang, Jakarta Selatan. Orang bule tersebut meminta dirinya untuk tidak berjualan telur ayam dengan berkeliling.

"Orang bule itu bilang, saya tidak usah keliling lagi, biar dia nanti yang beli ke rumah," ungkapnya.

Semenjak itulah, bisnis Om Bob mulai berkembang naik. Dia kemudian meraih kesuksesan luar biasa di bidang agrobisnis.

Pengusaha yang selalu bercelana pendek ini meninggal Senin (19/1) sore. Semoga keuletannya berbisnis selalu diteladani oleh generasi muda Indonesia. Tangguh, tidak mudah menyerah dan selalu berinovasi.

Rio Martil si sadis


Seorang pria dengan nama Antonius Rio Alex Bulo, akhir-akhir ini dia lebih tenar dengan sebutan Rio Martil. Dua martil senjatanya menjadi nama belakang pria kelahiran Sleman, 2 Mei 1978 ini.

Rio si pembunuh sadis ini meregang nyawa di ujung senapan regu tembak 2008 lalu di Banyumas. Pembunuhan berantai yang dilakukannya membuat dia dieksekusi mati.

Lantas siapakah sebenarnya Rio Martil itu...? Dan  seperti apa perjalanan hidupnya...?

Sejak kecil Rio dikenal sebagai anak yang nakal. Apa yang diperbuat Rio membuat orangtuanya tidak mampu menanganinya lagi. Padahal saat itu Rio masih 8 tahun.

Karena kenakalannya tersebut, Rio kemudian diungsikan dari Sleman ke Jakarta oleh orangtuanya. Di Jakarta, Rio hidup bersama kakak sulungnya dengan harapan tidak jadi nakal lagi seperti di Sleman.

Tapi sia-sia dia dikirim ke Jakarta, kenakalan Rio justru bertambah menjadi-jadi. Rio sering bolos sekolah dan memilih berteman dengan preman-preman Pasar Senen. Hidup di jalan dan melakukan berbagai aktivitas kejahatan sudah menjadi karib setianya.
 
Rio juga sempat diusir dari rumah kakaknya dan hidup di jalanan. Rio kemudian menjadi penjahat kecil dengan menjual surat-surat kendaraan palsu.

Setelah merasa mandiri dari hasil tersebut, Rio memutuskan untuk menikah. Akan tetapi setelah menikah, bukannya bertambah baik malah kejahatan Rio semakin jadi. Mengetahui seluk beluk mobil bodong, dia beralih profesi sebagai pencuri mobil. Bahkan tercatat dalam tiga hari dia bisa mendapatkan tiga mobil. Hidupnya makmur ketika itu.

Walaupun demikian sang istri tidak tahu kejahatan suaminya. Kepada sang Istri Rio mengaku berjualan pakaian.

Jeruji besi pertama dirasakan oleh Rio setelah penadahnya melaporkan dia ke polisi karena melarikan mobil bosnya itu. Akan tetapi tidak lama dia mendekam di penjara.

Saat bebas, Rio terpaksa menekuni profesinya sebagai pencuri mobil lagi. Hasil jarahan yang melimpah membuat Rio sulit berpaling dari kejahatannya ini.

Menko Polhukam tantang KPK percepat kasus Budi Gunawan


Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menyelesaikan kasus dugaan rekening gendut dan transaksi mencurigakan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan. Hal tersebut penting untuk melancarkan Komjen Budi Gunawan sebagi kapolri.

"Kita harap KPK konsisten, katanya punya 2 alat bukti yang meyakinkan, katanya begitu, coba diselesaikan. Jangan mengambangkan masalah hukum, karena ini akan berpengaruh sama pejabat yang bersangkutan," ungkap Tedjo di Istana Negara Jakarta, Senin (19/1).

Lanjutnya lagi, pada kasus Bank Century, KPK dapat segera memprosesnya. Akan tetapi, pada kasus rekening gendut yang sudah lama mangkrak ini tiba-tiba Budi Gunawan ditetapkan menjadi tersangka. Apalagi, KPK masih belum menyelesaikan beberapa kasus sebelumnya yang menjerat para politikus.

"Kita hargai proses hukum, kita minta segera diselesaikan, jangan diambangkan. Contoh lalu, Pak SDA (Suryadharma Ali) belum, Pak Jero (Jero Wacik) juga, Sutan (Sutan Batoegana) masih terkatung-katung, jangan diambangkan," jelasnya.

Pemerintah juga sudah melakukan langkah antisipasi menenangkan pergolakan di tubuh Polri atas pencopotan Jenderal Sutarman dari posisi Kapolri. Kedua kubu antara Jenderal Sutarman dan Komjen Budi Gunawan juga sudah dipertemukan.

"Kita sudah ambil langkah, untuk menenangkan situasi. Pejabat kapolri, Sutarman, Badrodin, Bambang Gunawan, saya ketemukan dan tubuh Polri solid," imbuhnya.

Tujuh gereja di Nigeria daihancurkan massa karena ulah Charlie Hebdo

Sekitar tujuh gereja di Nigeria dibakar oleh massa dalam kerusuhan protes kartun Nabi Muhammad SAW yang muncul dalam sampul tabloid satir Prancis Charlie Hebdo. Massa juga menyisir Ibu Kota Niamey untuk meluapkan kemarahan mereka ke tempat ibadah umat Kristen tersebut.

Massa merusak dan membakar tujuh gereja aliran evangelis banyak di pinggiran sungai membelah Niamey. Mereka juga masuk ke sejumlah bangunan walaupun tanpa lambang keagamaan tapi diyakini itu rumah ibadah non-muslim.


Perusakan gereja sudah terjadi sejak kemarin. Sekitar 100 personil dari kepolisian berjaga-jaga di seputar katedral di Niamey guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Prancis mengutuk keras perusakan ini dan menghimbau warganya agar tetap berada di rumah selama kekerasan terjadi di Nigeria. Selain gereja, bangunan dan bisnis yang berhubungan dengan Prancis juga diserang termasuk kios telepon yang dikelola perusahaan Prancis, Orange.

Kekerasan tersebut bermula dari tewasnya tiga warga sipil dan 45 korban luka akibat bentrok polisi dan pengunjuk rasa anti-Charlie Hebdo di Kota Zinder.

Seorang warga Saudi temukan tulisan lafadz Allah pada tanamannya


Sebuah tumbuhan di Arab Saudi membuat tercengang warga Saudi. Ranting-rantingnya yang membuat lafaz Tuhan dalam huruf Arab.

Jaber Al Marri terkejut saat mengetahui pohon yang tumbuh di depan rumahnya di Provinsi Asha memperlihatkan keajaiban. Tumbuhan jenis palem tersebut memperlihatkan nama Allah.

Al Marri memutuskan untuk memotong ranting yang membentuk nama Allah tersebut. Ini kejadian pertama kalinya di Saudi sepanjang sejarah.

"Saya sangat terkejut ada lafaz Allah SWT di seluruh bagian ranting pohon itu," ungkap Al Marri.

Dia akhirnya memotret ranting tersebut dan mengunggahnya di jejaring sosial Facebook. Di situ dia menuliskan ini bukti kebesaran Allah.

Seorang pria meninggal karena main game selama 3 hari


Seorang laki-laki berusia 32 tahun tewas setelah bermain game online tiga hari di sebuah warung Internet (warnet) di Taiwan. Ini adalah kasus kedua di negara tersebut di awal tahun ini.

Laki-laki tersebut diidentifikasikan bernama Hsieh. Dia merosot dan merosot dan tidak bergerak dari kursi warnet di Kota Kaohsiung pada pekan lalu.

Pelanggan lain mengira dia sedang tertidur tapi salah satu pegawai menyadari laki-laki tersebut sudah tidak bernafas lagi. Dia dilarikan ke rumah sakit dan pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Dokter menyebutkan penyebab Hsieh tidak bernyawa yaitu kesalahan detak jantung karena kelamaan bermain game online lewat komputer. "Dia memang pelanggan setia di warnet kami dan kalau bermain bisa sampai berminggu-minggu," ungkap salah satu pegawai yang tidak mau menyebutkan namanya.

Menurut saksi apabila sedang kelelahan Hsieh akan tidur di atas meja atau merosot dari kursi. Itu sebabnya tidak ada yang menyadari kondisinya sejak awal.

Kasus pertama tewas karena kebanyakan bermain game di Taiwan terjadi di Kota New Taipei pada awal tahun. Seorang laki-laki berusia 38 tahun meninggal di warnet setelah lima hari lihat komputer.

Penumpang Taxi membayar argo Rp 12,4 juta,padahal argonya cuma Rp 54 ribu


Seorang sopir taxi yang berasal dari Negara Bagian Philadelphia, Amerika Serikat seperti sedang kejatuhan durian runtuh setelah seorang penumpang membayar argo taxi berlebih. Dia membayar Rp 12,4 juta padahal argonya cuma tertera Rp 54 ribu.

Oumar Maiga sangat tekejut saat memastikan penumpangnya tersebut membayar uang berlebih. Dia menanyakan apakah si penumpang berbuat kesalahan. "Saya tahu apa yang saya lakukan," kata si penumpang.

Penumpang tersebut membayar dengan kartu kreditnya dan cuma mengatakan dia sedang senang sekali malam itu sampai-sampai mengatakan uang tidak bisa membeli kebahagiaannya.

Oumar Maiga memberi tahu ke bosnya dan mencoba mengungkap identitas penumpang tersebut. Akan tetapi pihak kartu kredit menolak memberikan nama penumpang baik tersebut.

Budi Gunawan disangkakan melanggar 4 pasal


Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto menyatakan mereka sudah menyusun jadwal pemeriksaan saksi, dalam kasus dugaan gratifikasi dan suap yang membelit Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan. Dia berjanji pada pekan depan sudah ada pemeriksaan saksi terkait perkara tersebut.

"Kita sedang menyusun jadwal penyidikan, mudah-mudahan minggu depan. Kalau jadwal sudah ada," ungkap Bambang.

Akan tetapi, Bambang masih merahasiakan nama-nama saksi tersebut. Dia cuma menyatakan beberapa saksi kunci akan dipanggil pada pekan depan dan meminta masyarakat menunggu kejutan yang sudah disiapkan.

"Sudah ada potensial witness-nya yang akan dipanggil. Nanti kan diumumin," kata Bambang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Hal tersebut dilakukan setelah pimpinan dan penyidik melakukan gelar perkara pada tanggal 12 Januari 2014.

Menurut Ketua KPK Abraham Samad, proses penyelidikan terhadap transaksi mencurigakan Budi Gunawan dilakukan pada saat mereka menerima laporan dari masyarakat dan bukan dari Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan. Karena, PPATK cuma pernah mengirim surat kepada Badan Reserse Kriminal Polri pada tanggal 26 Maret 2010 supaya menyelidiki hal tersebut. Sedangkan pada tanggal 18 Juni 2010, Bareskrim melaporkan akan mengusut. Namun sampai KPK menetapkan Budi sebagai tersangka, Bareskrim tidak pernah menjelaskan hasil kajian mereka. Pada saat itu, Budi Gunawan masih berpangkat Inspektur Jenderal.

Dari laporan tersebut, KPK mulai mengkaji dan mengumpulkan bahan serta keterangan mengenai Budi Gunawan sejak bulan Juni sampai bulan Agustus 2010. Dua tahun kemudian hasil kajiannya diperiksa kembali. Kemudian pada bulan Juli tahun 2013, Abraham Samad memimpin gelar perkara pertama. Ketika itulah diputuskan memang perlu menaikkan kajian ke tahap penyelidikan. Namun hal tersebut baru terlaksana pada bulan Juli tahun 2014. Kemudian setelah sekian lama, akhirnya pada tanggal 12 Januari KPK resmi menetapkan mantan ajudan Presiden RI Megawati Soekarnoputri tersebut sebagai tersangka.

Menurut Abraham Samad, Budi Gunawan disangkakan menerima suap dan gratifikasi pada saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Mabes Polri tahun 2003-2006 dan jabatan-jabatan lainnya di Mabes Polri. Jabatan yang pernah diembannya adalah Kepala Sekolah Lanjutan Perwira Lembaga Pendidikan Pelatihan Polri (2006-2008),Kapolda Jambi (2008-2009), Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri (2009-2010),Kadiv Profesi dan Pengamanan Polri (2010-2012), Kapolda Bali (2012) dan terakhir Kalemdiklat Polri (sejak 2012).

Budi Gunawan disangkakan melanggar 4 pasal. Yaitu Pasal 12 huruf (a) atau huruf (b), Pasal 5 ayat 2, pasal 11, atau pasal 12 B Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Posisi presiden terjepit di antara 4 penjuru


Pengamat Politik Populi Center, Nico Harjanto melihat, karut marut mengenai penggantian Kapolri tidak lepas dari kepentingan politik.

Nico juga mengatakan, pada saat ini, tidak ada alasan obyektif untuk mengganti Kapolri. Akan tetapi, partai terbesar pendukung pemerintah, yaitu PDI Perjuangan, dinilai ingin mengarahkan banyak hal supaya sesuai dengan kepentingan partai  berlambang banteng moncong putih tersebut.

"Kita harus pahami yang bermain formal sahamnya partai politik, yang terbesar kita tahu PDI Perjuangan, ingin men-drive banyak hal supaya sesuai dengan kepentingan mereka. PDIP, ada kepentingan subjektif partai yang bermain," kata Nico di Jakarta, Sabtu (17/1).

Nico juga melihat, masa penggantian Kapolri masih lama karena masa jabatan Kapolri Jenderal Sutarman baru berakhir bulan Oktober mendatang. Selain itu juga, kinerja Sutarman sebagai Kapolri juga dinilai baik, dilihat dari pengamanan pada saat pemilu berlangsung pada tahun 2014 yang lalu dimana tidak ada konflik yang berarti.

Kondisi pemilihan calon Kapolri, menurut Nico menempatkan Presiden Jokowi pada posisi yang terjepit. "Alasan objektif sekarang ini tidak ada. Yang ada adalah alasan subjektif, kepentingan politik. Membuat posisi presiden terjepit di antara 4 penjuru yaitu : Istana, DPR, Kuningan (KPK), Teuku Umar (Megawati Sukarnoputri). Jangan sampai Mega marah atau jasmerah," ungkap Nico Harjanto.

KPK tidak mau bagi data rekening gendut jenderal, Kompolnas kesal


Komisioner Kompolnas, M. Nasser menuduh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau terbuka mengenai daftar nama Jenderal yang bermasalah. Dia mengaku KPK tidak memberikan data atau informasi mengenai hal itu.

"Saya kira seperti itu. Saya mengatakan itu, karena data itu tidak diberikan. Kami tidak diberikan informasi, seharusnya KPK memberikan data kepada Kompolnas," ungkap Nasser dalam diskusi yang bertajuk 'Jokowi, Kok Gitu', Jakarta, Sabtu (17/1).

Dia menampik soal data yang diserahkan Bareskrim ke Kompolnas cuma di copy paste tidak dilakukan pemeriksaan. Dugaan tersebut menguat karena Budi Gunawan dulu pernah disorot atas masalah rekening gendut, namun tetap direkomendasikan sebagai calon Kapolri pada Jokowi.

"Saya kira itu tidak terlalu benar karena pemilihan pencarian informasi dan data tentang calon kapolri ini kita sudah lakukan jauh-jauh hari sebelumnya," ungkapnya.

Nasser beralasan pihaknya sudah pernah mengirimi surat ke KPK, PPATK juga Komnas Ham menyangkut calon Kapolri Komjen Budi Gunawan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan ketika Kompolnas berniat menggantikan mantan Kapolri Timur Pradopo. Akan tetapi, pihak-pihak yang dimaksudkan tidak memberikan jawaban atas surat tersebut.

"Pada waktu itu kita sudah meminta KPK, PPATK dan Komnas Ham bagaimana tapi tidak dijawab. Hingga kita tidak punya aliran data tentang dana rekening gendut dan sebagainya," ungkap Nasser.

Yusril : Pemberhentian Sutarman oleh Jokowi bertentangan dengan Undang-undang


Pemberhentian Jenderal Sutarman dan penunjukan Komjen Budi Gunawan untuk menggantikannya sebagai KAPOLRI menuai polemik. Pengamat hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra juga ikut mengkritik cara Jokowi melakukan reorganisasi di Korps Bhayangkara.

Yusril mengatakan, proses pemberhentian yang dilakukan oleh Jokowi terhadap Sutarman bertentangan dengan undang-undang, karena pemberhentiannya tidak melalui persetujuan DPR terlebih dulu.

"Saya ingat betul perdebatan perumusan pasal ini DPR ketika saya mewakili Pemerintah membahas RUU Kepolisian. Seharusnya Presiden dan DPR tahu bahwa pengangkatan dan pemberhentian Kapolri dilakukan satu paket bukan dipisah," tulis Yusril dalam akunnya @Yusrilihza_Mhd, Sabtu (17/1).

Pernyataan yang disampaikan oleh Yusril tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. Di mana dalam Pasal 11 ayat (2) tertulis, "Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai alasannya."

Berdasarkan alasan tersebut, maka Presiden Jokowi tidak bisa dengan seenaknya memberhentikan Sutarman dari jabatannya. Pengajuan pemberhentian juga harus disertakan dalam pengajuan calon Kapolri baru yang ditujukan kepada DPR.

"Presiden tidak bisa berhentikan Kapolri tanpa meminta persetujuan DPR seperti sekarang dilakukan terhadap Sutarman. Kecuali karena alasan mendesak, presiden dapat berhentikan Kapolri tanpa minta persetujuan DPR," jelasnya.

Yusril menambahkan, dalam mengajukan pemberhentian harus memenuhi salah satu syarat sesuai yang tercantum dalam undang-undang, yakni melanggar sumpah jabatan atau dianggap membahayakan keamanan negara. Jika itu terpenuhi, maka Jokowi bisa memberhentikan Kapolri dan menunjuk Plt tanpa harus melalui persetujuan dari DPR.

"Apakah Sutarman melakukan pelanggaran sumpah jabatan atau melakukan makar sebelum diberhentikan presiden...? Saya tidak tahu."

Tidak cuma soal pemberhentian, berdasarkan undang-undang itu pula, pengangkatan Plt Kapolri juga harus melalui persetujuan dewan.

"Pada saat yang bersamaan, presiden harus meminta persetujuan DPR tentang pengangkatan Plt tadi," pungkasnya.

Seorang perampok tidak jadi lakukan aksinya karena kenal dengan kasir

Gambar Ilustrasi
Seorang pria di Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, Pada hari selasa yang lalu tidak jadi untuk merampok sebuah toserba sebab dia kenal dengan petugas kasir toko tersebut.

Peristiwa tersebut berlangsung di Wheat Ridge di Distrik Jefferson di toko Quick Save. Polisi merilis rekaman camera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan bagaimana kejadian tersebut terjadi.

Dalam video itu terlihat seorang mengenakan jaket dan bertudung kepala memasuki toko sekitar siang hari.

Menurut kasir toko tersebut, perampok tersebut sempat melihat ke arahnya kemudian mengatakan, "Saya tadinya mau merampok tapi saya kenal kamu."

Pria tersebut lalu menanyakan apakah si kasir mengenal dia. Tapi yang ditanya menjawab tidak tahu. Pria tersebut lalu mengatakan, "Bagus", sebelum meninggalkan toko sambil memberinya isyarat dua jempol.

Polisi Distrik Jefferson mengatakan tersangka pergi dengan mobil sedan warna abu-abu berpintu empat dan jendelanya warna ungu. Plat mobilnya tidak terlihat.

Pria tersebut memakai tudung kepala warna biru, bandana dan celana jeans.

Akan tetapi setelah meninggalkan toko Quick Save, pria tersebut justru dilaporkan merampok toserba 7-Eleven.

Keren, lukisan di bagian tubuh manusia terlihat begitu nyata


Seseorang yang bernama Guido Daniele mempunyai bakat seni yang sangat luar biasa. Seniman asal Italia ini sudah beberapa kali memenangkan penghargaan atas karyanya.

Saat ini dia hadir dengan karya terbarunya yang menggambarkan potret hewan pada bagian tangannya. Menjadi ilustrator selama lebih dari 40 tahun, Guido mulai menggunakan tubuh manusia sebagai kanvas sejak tahun 1990.


Dengan cara bertahap, dia terus belajar untuk menyempurnakan tekniknya. Dia bereksperimen dengan memutar tubuh ke posisi tertentu dan mengubah gambarnya menjadi potret yang sangat realistis.


Pada tahun 2000, seorang art director bertanya apakah dia bisa melukis hewan di tangan tanpa menggunakan photoshop.


"Setelah saya coba, saya adalah orang pertama yang terkejut dengan hasil yang indah itu," ungkap Guido. "Saya tidak tahu bahwa seniman besar dari Florence, Mario Mariotti, juga melakukan penelitian artistik yang sama dengan saya. Mulai tahun 2000 dan seterusnya, saya mulai meneliti Handimals."

Pada tahun yang sama, Guido menerbitkan karya seri Handimals-nya dan langsung mendapat perhatian dunia. Seri lukisannya terdiri dari 77 potret hewan yang dilukis sangat rinci pada tangan.

Guido juga mengungkapkan bahwa dia sudah bercita-cita untuk menjadi seorang seniman sejak duduk di bangku sekolah dasar. "Saya baru berusia lima tahun pada saat guru saya meminta saya untuk membuat kartu ucapan untuk kepala sekolah," kenangnya.

Dari pengalamannya tersebut, dia terus melatih bakatnya sampai menjadi seniman terkenal seperti sekarang ini. Guido saat ini tinggal dan bekerja di luar Milan dan sudah sering dikontrak oleh beberapa biro iklan besar di dunia. Karyanya juga sudah digunakan untuk membantu mempromosikan kegiatan amal seperti WWF. Keren bukan lukisannya...

Ketua KPK pastikan Budi Gunawan masuk bui di akhir penyidikan


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memastikan bahwa akan menahan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi, Komjen Pol Budi Gunawan, di masa akhir proses penyidikan. Dia menyatakan hal tersebut sesuai dengan standar operasi prosedur KPK terhadap semua.

Menurut Abraham Samad, KPK sudah punya acuan dalam proses penahanan tersangka korupsi. Pertama dilihat dari tingkat penyelesaian berkas perkara. Jika sudah lebih dari 50 persen, maka bisa jadi tidak lama lagi mereka akan masuk bui. Lain halnya jika tersangka tersebut ternyata melakukan upaya-upaya menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi, atau mencoba menghalangi proses penyidikan.

Abraham Samad menyatakan mereka tidak bisa terburu-buru menahan tersangka jika berkas perkara masih minim. Karena Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana sudah membatasi masa penahanan tersangka hanya dilakukan selama 120 hari pada masa penyidikan. Jika waktu penahanan sudah habis tapi berkas perkara belum lengkap, maka resiko yang harus dihadapi adalah tersangka tersebut bebas demi hukum.

"Jadi tidak ada tradisi dan tidak akan pernah terjadi di KPK seseorang yang sudah jadi tersangka tidak ditahan," ungkap Abraham Samad.

Abraham Samad berjanji kasus yang membelit Komjen Budi akan dikebut proses penyidikannya sebelum dia lengser akhir tahun ini. Dia menyatakan hal tersebut dilakukan untuk meredam polemik yang berkepanjangan.

"Itu yang jadi konsen kita. Teman-teman tidak perlu ada keraguan kapan BG ditahan. Itu cuma masalah SOP dan prosedur hukum yang harus kita lewati," jelas Abraham Samad.

Presiden Jokowi secara mendadak mencopot Kepala Bareskrim Polri


Presiden Joko Widodo secara mendadak mencopot Komjen Pol Suhardi Alius dari jabatan sebagai Kepala Bareskrim Polri. Suhardi dikabarkan juga sudah dipindahtugaskan ke Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Sementara kabar yang beredar, posisi kabareskrim pada saat ini bakal digantikan oleh Irjen Budi Waseso.

Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar mengaku sangat khawatir mutasi secara mendadak di dalam lingkungan Polri dapat memecah belah Korps Bhayangkara. Apalagi, jika pergantian jabatan tinggi kepolisian terdapat intervensi dari luar dengan mengubah-ubah susunan personel.

"Personel pejabat tinggi masih kondusif, tidak ada masalah, tidak perang-perangan, mungkin ada kecemburuan, kenapa harus diubah-ubah. Jangan sampai ubah-ubah ini akan jadi masalah jadi rumit lagi," jelas Bambang.

Bambang mengaku bingung dengan mutasi besar-besaran di tingkat perwira tinggi tersebut, apalagi perubahan yang dilakukan sebelum Komjen Pol Budi Gunawan resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Apalagi, salah satu pejabat yang terkena imbas mutasi tersebut adalah Komjen Suhardi Alius.

"Budi Gunawan belum dinyatakan, belum dilantik kok ada perubahan. Kalau ini ide Pak Sutarman, saya itu urusan Pak Sutarman, tapi saya khawatir kalau dari luar," lanjutnya.

Menurutnya, kondisi kondusif yang tengah berlangsung pada saat ini terus dijaga. Akan tetapi, jika terjadi intervensi dari luar, termasuk intervensi politik, dia khawatir perpecahan di tubuh Polri seperti era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid kembali terjadi. Saat itu, kepolisian terpecah menjadi beberapa faksi.

"Ini pikiran saya, jangan sampai mutasi-mutasi ini ada intervensi dari luar. kalau tidak dijaga baik-baik, bisa menimbulkan kontradiksi yang tajam. Seperti pada tahun 2001, saya sendiri ditangkap, ada kubu Khaeruddin, Salim dan Bimantoro. Yang satu dukung pemerintah yang satu, yang satu dukung pemerintahan yang lain dan saling bertentangan. Ini yang kita jaga agar tidak terjadi," pungkasnya. Indonesia sepertinya mulai kacau.

Perjuangan Bripda Taufiq berangkat ke Polda dengan berlari


Belum lagi selesai adzan subuh berkumandang, Bripda Taufiq Hidayat sudah bersiap dengan seragam cokelat kebanggaannya. Selesai shalat, dengan diam-diam dia menyelinap keluar dari rumahnya, kemudian mulai berlari menuju tempatnya bekerja di Polda DIY.

Jalan masih gelap gulita ketika dia menyusuri jalan raya yang sepi. Keadaan perut yang masih kosong dan udara dingin tidak menjadi halangan.

Baru seperempat perjalanan keringat sudah bercucuran. Kemudian dia memperlambat larinya sebentar. Setelah energi terkumpul kembali, lalu dia menarik nafas dalam-dalam dan mulai berlari kencang kembali. "Sekitar satu jam baru sampai sini (Polda)," ungkap Bripda Taufiq.

Pada hari itu apes, dia terlambat lagi ikut apel. Terpaksa dia menerima hukuman dari komandannya. "Saya sudah biasa sejak awal, lari dari rumah ke Polda, kadang-kadang saja nebeng teman. Terlambat ya resiko, makanya harus berangkat pagi," jelasnya.

Pertama kali dia berlari dari rumahnya di Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati, Sleman menuju Polda DIY waktu dia mau mendaftar tes polisi.

"Sejak pendaftaran saya sudah jalan kaki, enggak punya motor. Sebenarnya ada motor satu di rumah, tapi dipakai bapak kerja," ungkapnya.

Karena beberapa kali terlambat, komandannya menanyakan alasan kenapa Bripda Taufiq sering terlambat. "Saya bilang nggak punya kendaraan, jadi harus lari dari Jongke ke sini," jelasnya.

Melihat kondisi Bripda Taufiq, Wadir Sabhara Polda DIY, AKBP Prihartono merasa tersentuh. Terlebih lagi setelah mengetahui rumah Bripda Taufiq yang berada di tengah-tengah kandang sapi.
Dia akhirnya meminjamkan sepeda motor miliknya untuk dipakai Bripda Taufiq sehari-harinya. "Saya pinjamkan motor pribadi saya, bukan membeda-bedakan dengan yang lain, tapi cerita Taufiq membuat saya bangga, perjuangannya untuk menjadi seorang polisi benar-benar luar biasa. Tidak hanya tidur di kandang sapi, jalan dari rumahnya ke Polda aja dia lakukan," terangnya.

Walaupun sudah dipinjami sepeda motor, Bripda Taufiq tetap memilih tidur di Polda. Alasannya bukan karena takut terlambat, tapi dia merasa kasihan melihat ayahnya yang tidur di bak mobil.

"Kalau saya tidur di rumah bapak tidur di luar, saya mending tidur di Polda biar bapak tidur di dalam rumah. Tapi kadang-kadang juga kepikiran adik-adik saya, tidurnya gimana di sana, apalagi kalau hujan," ungkapnya.

Walaupun tidur di Polda, dia tetap menjenguk ayah dan adik-adiknya. Hampir setiap hari selesai jam kerja, dia pulang ke rumah untuk melihat ayah dan adik-adiknya. Dia juga menyempatkan diri untuk mengawasi adiknya belajar. "Iya kalau ada PR saya kadang bantu sebisanya, membimbing saja," pungkasnya.

Kehidupan Bripda Taufiq yang tinggal di kandang sapi


Jalanan setapak yang di sampingnya ditumbuhi oleh rumput-rumput ada bekas jejak sepatu boot milik seorang polisi. Cuma berjarak sekitar beberapa meter, terlihatlah bangunan yang berukuran 4x7 meter di antara kandang-kandang sapi.

Bangunan itu tidak memiliki daun pintu, cuma gorden kucal yang menutupinya. Sementara di depan bangunan tersebut, ada sebuah meja yang di atasnya tergeletak peralatan makan. Bangunan tersebut sendiri tidak utuh, hanya sebagian kecil saja yang berdinding batako, sementara sebagian lagi bolong-bolong. Sebuah spanduk bekas yang dibentangkan untuk menggantikan tembok.

Di atas lantai tanah, ada dua buah ranjang dengan kasur lusuh di atasnya dan sebuah lemari kayu besar yang sudah keropos. Pada kayu penyangga genteng tergantung dua buah lampu bohlam yang cuma menyala pada sore hari.

"Iya itu rumah saya," ungkap Muhammad Taufiq Hidayat, seorang polisi yang baru saja menyelesaikan pendidikan polisi tahun 2014 yang lalu, Rabu (14/1).

Sudah dua tahun ini Taufiq tinggal di rumah tersebut bersama ayahnya dan tiga orang adiknya. Bau menyengat kotoran sapi sudah tidak lagi terasa baginya.

Rumah itu dibangun oleh ayahnya setelah berpisah dengan ibunya dua tahun yang lalu. Walaupun cuma bekas kandang sapi, mereka tetap harus membayar sewa tanahnya.

"Itu tanah khas desa jadi tetap harus bayar, dulu saya punya rumah di Jongke juga, tapi dijual setelah orang tua berpisah," ungkapnya.

Ketika waktu malam tiba, Bripda Taufiq tidur bersama dengan tiga adiknya di dalam rumah tersebut. Sementara ayahnya tidur di bak mobil tua miliknya yang biasa dipakai untuk menambang pasir. "Nggak ada tempatnya, jadi bapak tidur di bak mobil," ungkapnya singkat.

Indonesia sepertinya sudah jadi Negeri dagelan


Lagi-lagi dan lagi...kontroversi pengangkatan pejabat yang dilakukan oleh presiden Jokowi tidak cuma terjadi di tubuh Polri. Musibah fatal juga terjadi di Sumatera Utara (Sumut). Presiden melalui Keppres No 214/M/2014 tertanggal 29 Desember 2014 telah memutuskan Hasban Ritonga sebagai Sekda Provinsi Sumut.

Hal ini jadi kontroversi karena Hasban Ritonga merupakan terdakwa dalam perkara sengketa lahan yang sedang dalam proses peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Walaupun kontroversi, karena sudah ditunjuk sebagai Sekda, Hasban akhirnya tetap dilantik Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujonugroho. Pelantikan dan pengambilan sumpah Hasban digelar di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro, Medan, Rabu (14/1) siang.

Pelantikan tersebut didasarkan Keputusan Presiden Jokowi No 214/M/2014 tertanggal 29 Desember 2014. Dalam keputusan yang dibacakan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut Pandapotan Siregar, Presiden Jokowi memberhentikan Nurdin Lubis dari jabatan Sekdaprov Sumut dan mengangkat Hasban Ritonga sebagai penggantinya.

Pelantikan dihadiri oleh sejumlah pejabat Sumut, seperti Wakil Gubernur T Erry Nuradi, Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin, mantan Sekdaprov Sumut, RE Nainggolan dan Nurdin Lubis serta perwakilan Forum Komunikasi pimpinan daerah.

Sebenarnya sehari sebelum pelantikan, Selasa (13/1), Hasban duduk di kursi terdakwa di PN Medan. Pada saat itu, majelis hakim yang diketuai oleh Dahlan Sinaga menolak eksepsi yang disampaikannya dan terdakwa lain, atas nama Khairul Anwar.

Orang yang sedang jadi terdakwa kok bisa-bisanya dilantik,kalau begini bisa hancur Negeri ku.Ujung-ujungnya...Bukan urusan saya...

Ada adegan peluk dan cium dahi, gadis berhijab Malaysia terancam ditahan


Segerombolan remaja berhijab Malaysia terancam ditahan setelah mereka memeluk dan mencium anggota band Korea Pop (KPop). Tindakan tersebut dianggap oleh pemerintah konservatif sebagai penghinaan simbol Islam.

Foto-foto para gadis berhijab sedang mencium dan memeluk anggota band KPop B1A4 beredar di Internet dan membuat warga mayoritas penganut Islam geram. Pemerintah konservatif juga memperingatkan B1A4 supaya menghormati nilai-nilai muslim.

Badan penegak kemurnian Islam sudah resmi mengeluarkan perintah kepada gadis tersebut dalam sepekan harus menyerahkan diri atau mereka akan dicokok.

Dalam gambar-gambar tersebut diperlihatkan salah satu anggota band B1A4 mengajak penggemar berhijab naik ke atas panggung. Ada adegan memeluk dan mencium dahi.

B14A pada pekan lalu menggelar konsernya di Ibu Kota Kuala Lumpur.Miris sekali..

Lion Air Indonesia termasuk penerbangan terburuk menurut situs Australia


Lion Air Indonesia termasuk lima besar penerbangan terburuk sedunia menurut situs Australia AirlineRatings.com. Selain itu juga ada sekitar lima maskapai penerbangan milik Indonesia yang berada dibawah rata-rata penerbangan aman dunia.

Lima maskapai tersebut antara lain adalah AirAsia Indonesia, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air dan Xpress Air. Selain Lion Air, maskapai yang sangat tidak aman lainnya adalah Kam Air Afghanistan, Nepal Airlines, SCAT Airlines Kazakhstan dan Tara Air Nepal.

Kelima maskapai terburuk tersebut dilarang masuk dalam European Union Member States dan sangat tidak dianjurkan digunakan di Amerika Serikat.

Baik dan buruknya maskapai penerbangan dinilai dengan memberikan bintang. Bintang enam dan tujuh untuk maskapai teraman, bintang empat dan lima untuk maskapai yang aman, bintang dua dan tiga untuk yang buruk sampai rata-rata, sedangkan bintang satu untuk maskapai yang buruk sekali.

Hal tersebut dikeluarkan karena peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia Indonesia Airbus 320 dengan nomor penerbangan QZ8501 rute Surabaya Singapura. Pesawat yang membawa 162 orang penumpang tersebut hilang radar pada tanggal 28 Desember 2014 yang lalu.

Meskipun begitu, maskapai penerbangan milik Malaysia, Malaysia Airlines mendapat bintang lima. Maskapai yang pesawatnya mengalami kecelakaan dua kali selama tahun 2014 ini ternyata masih termasuk maskapai yang aman menurut situs Australia.

Kekecewaan relawan salam 2 jari


Sejumlah relawan salam 2 jari mendatangi Istana Kepresidenan. Mereka pun berniat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sosok yang pernah menjagokan di Pilpres tahun 2014 yang lalu.

Namun niatan ingin bertemu batal. Sebenarnya mereka ingin sekali menyampaikan penolakan terhadap pencalonan Kapolri Komjen Polisi Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Jam 3 katanya ada pertemuan, enggak jadi juga," ungkap salah satu relawan, Fadjroel Rachmad dengan wajah sangat kecewa, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1).

Fadjroel akan menjadwal ulang pertemuannya dengan Presiden Jokowi. Dia berharap bisa dilakukan sebelum pengumuman Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Di dalam kesempatan yang sama, dia juga sempat memberikan pandangannya mengenai kisruh pemilihan Kapolri sekarang ini. Menurut Fadjroel, pada saat ini Presiden sedang dikepung sejumlah kepentingan terkait pencalonan Komjen Budi Gunawan.

"Saya melihat dia dikepung oleh sejumlah kepentingan, tugas dia sebagai pemimpin tentu mengelola tekanan-tekanan itu," ungkapnya.

Akan tetapi, Fadjroel meyakini bahwa sikap Jokowi yang tidak segera menyabut pencalonan Budi bukan karena sifat keragu-raguan. Tapi, ada kepentingan yang terus mendesak Presiden untuk tetap mencalonkan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Saya tidak melihat keraguan dia," jelas Fadjroel. 
Salam 2 jari......Bukan urusan saya..

Tiket murah yang harus dibayar mahal


Menteri perhubungan di pemerintahan jokowi menghapus tiket murah pesawat. Karena disinyalir penyebab jatuhnya pesawat, karena dengan tiket murah perawatan pesawat terabaikan.

Rakyat kecil jangan berharap lagi bisa merasakan nikmatnya naik pesawat terbang di era orde kartu.

Karena pesawat terbang hanya dikhususkan bagi orang2 kaya saja, tidak ada kelayakan bagi rakyat miskin untuk menikmatinya.

Mulai sekarang persiapkanlah diri kembali naik ojek yang ongkosnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah untuk sampai ketempat tujuan.

Dan persiapkan kembali kaki untuk berjuang lewati rintangan turun gunung naik gunung, lewati kali renangi danau, jalan setapak arai dan duri menanti lintasi jarak puluhan km ke tempat tujuan.

Karena sang rezim kartu meningkatkan kemakmuranmu bukan tujuan. Pesawat tiket murah jadi alasan kecelakaan.

Pura-pura bego, pura-pura bodoh, kibuli dan bohongi rakyat mereka kira rakyat tidak paham kemana arah tujuannya.

Pesawat super mewah Malaysia MH370, pesawat mewah Garuda Indonesia yang memiliki pasilitas serba LUX dengan perawatan super canggih. dengan harga tiket termahal dinegerinya.

Apakah mereka tidak pernah mengalami KECELAKAAN...??

Pengalihan subisdi BBM yang akibatkan harga minyak di negeri melambung tinggi, harga minyak indonesia membuat dunia terperangah, kenaikan tarif dasar listrik yang selangit, kenaikan harga tiket ekonomi kereta yang meraja lela, pencabutan harga tiket murah pesawat yang membuat simiskin makin menderita, kenaikan harga Gas secara diam2 membuat rakyat makin terluka, dan lain sebagainya.

Tidak ada alasan yang bisa diwakili oleh kalimat dan kata2 untuk membela menjelaskannya.

"SELAIN MEMISKINKAN RAKYAT jelata YG MEMANG SUDAH sengsara, secara terencana..........!!!"

Pengelolaan negeri dianggap panggung sandiwara, negeri dibuat arena ngibul, negara dibuat ajang dusta.
hanya demi kemakmuran golongan dan kelompoknya.

Hak rakyat disia-siakan, menganggap enteng segala kebutuhan. Mereka lupa bahwa kalau rakyat sudah lapar,tersinggung qalbunya, teriris hatinya, tersia-siakan hak daulatnya.

Maka rakyat akan bangkit bertindak karena amarahnya, tidak ada hutan belantara yg tidak bisa digunduli.
tidak ada lautan yang tdk bisa dijelajahi, tidak ada angkara murka yang tidak bisa di porak porandakannya, tidak ada penegak hukum yang membela siraja tega yang tidak bisa ditumpasnya, tidak ada pemimpin yang tidak bisa di adili, dan tdk ada penguasa yang tdk bisa dilengserkan dijatuhkan.

Bukti pemerintah tidak memiliki niat baik


Komjen Pol Budi Gunawan menjadi calon tunggal yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri. Pemilihan Komjen Budi Gunawan menuai pro dan kontra.

Pemilihan Komjen Pol Budi Gunawan tidak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ujung pangkalnya. Budi Gunawan diduga mempunyai rekening yang tidak wajar.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, tidak dilibatkannya KPK dan PPATK merupakan bukti bahwa pemerintah tidak memiliki niat baik untuk membawa negara ke arah yang lebih baik. "Kalau pemerintahan ini tidak mau lihat negara dan bangsa ini jadi baik maka memang tidak diperlukan pendapat dari KPK dan PPATK," kata Abraham Samad.

Abraham juga menjelaskan, memang tidak ada kewajiban untuk melibatkan PPATK dan KPK dalam penunjukan calon Kapolri. Menurutnya, keterlibatan PPATK dan KPK setidaknya mampu memberi pertimbangan tentang rekam jejak serta integritas Budi Gunawan sebagai calon Kapolri.

"Betul bukan kewajiban, tapi kalau mau lihat Pemerintahan ini bersih dan benar maka tidak ada salahnya menelusuri rekam jejak para pejabat yang mau diangkat," jelasnya.

Surat penunjukan Komjen Budi Gunawan sudah dilayangkan ke DPR. Komisi III DPR akan melakukan fit and proper test terhadap Komjen Budi Gunawan menggantikan Kapolri Jenderal Sutarman.

Apa kata dunia jika tersangka jadi Kapolri


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengatakan kelayakan Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan untuk menjadi calon Kapolri erat dengan integritas sosok tersebut. Menurut Hamdan, penetapan seseorang menjadi tersangka sangat berpengaruh terhadap integritasnya.

"Faktanya KPK menetapkan Pak Budi Gunawan sebagai tersangka. Apapun proses nanti selanjutnya walaupun diterapkan asas praduga tidak bersalah, nilai-nilai moral integritas, artinya layak dan tidak layak itu yang berkaitan dengan integritas. Itu kan yang akan dilakukan oleh DPR. Kalau seseorang ada dalam keadaan tersangka, sangat mempengaruhi integritas,".

Hamdan juga mempertanyakan proses seleksi calon Kapolri yang sudah berstatus tersangka KPK. Hamdan meyakini, apabila seseorang tersangka KPK lolos menjadi Kapolri, yang akan mempertanyakan proses pemilihan sosok tersebut bukan hanya dirinya, melainkan seluruh dunia akan menoleh sistem hukum di Indonesia.

"Masa seorang Kapolri adalah tersangka. Dan seorang tersangka lolos sebagai Kapolri apa kata dunia...? Apa lagi yang mau di fit and proper test," ungkap Hamdan.

Akan tetapi disisi lain, Hamdan mengakui mengenal sosok Budi Gunawan terlepas dari statusnya sebagai tersangka KPK. "Saya kenal Pak Budi Gunawan, orangnya baik, sangat profesional. Penetapan tersangka, legitimasi publik," pungkas Hamdan.

Badan pesawat AirAsia QZ 8501 ditemukan


Akhirnya Tim SAR telah menemukan badan pesawat AirAsia QZ8501. Pada saat ditemukan, badan pesawat sudah tidak lengkap lagi.

"Bagian badan pesawat dengan 1 sayap pesawat yang masih menempel pada bagian badan pesawat tersebut, dan sudah dikonfirmasi," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo dalam keterangan persnya di Kantor Basarnas Jakarta, Rabu (14/1).

Badan pesawat AirAsia QZ 8501 ditemukan pada pukul 15.05 WIB. "Dan ada bagian tulisan Now Every... (Now Everyone Can Fly). Ini sudah jelas sekali bahwa ini adalah badan pesawat dengan dimensi 30 x 10 x 3 meter," ungkapnya.

Badan pesawat tersebut ditemukan oleh Kapal Singapura, MV Swift. "Lokasinya 3.000 m dari lokasi ekor, dan 800 m dari lokasi FDR ditemukan," terangnya.

Rencananya, Tim SAR bakal kembali melakukan penyelaman pada hari Kamis (15/1) besok pagi. Penyelaman juga akan difokuskan untuk tetap mencari korban.

"Penyelaman lagi mulai besok pagi dengan sasaran adalah mencari korban yang masih ada di sekitarnya atau yang terjebak di dalam badan pesawat," ungkapnya.

Badan pesawat yang ditemukan bakal segera diangkat ke permukaan."Teknisnya nanti di lapangan. Prioritas adalah menyelam untuk mencari korban," tuturnya.

JK bergerak ke Istana setelah dapat kabar Budi Gunawan jadi tersangka KPK


Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), bergerak menuju ke Istana Kepresidenan tidak lama setelah mendapat kabar bahwa penetapan status Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara JK, Husain Abdullah mengatakan, JK baru mengetahui penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka sesaat setelah mendapat kunjungan Presiden Asian Development Bank (ADB), Takehiko Nakao di kantornya.

Husain mengatakan, JK langsung melakukan pemeriksaan terkait dengan penetapan status Budi Gunawan melalui media televisi.

"Bapak tadi lihat-lihat, habis antar ADB keluar tadi, sempat dia mampir ke tv, habis saya laporan 'Budi Gunawan tersangka'. Bapak (JK) ikuti perkembangannya," ungkap Husain di kantor wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/1).

Setelah selesai menerima kunjungan HMI di kantornya, JK langsung bergerak menuju ke Istana Kepresidenan. Husain mengakui tidak mengetahui rencana pembicaraan kedua sosok negarawan tersebut.

"Habis bertemu tamu dari HMI bapak langsung ke Istana. Apa yang dibicarakan, saya tidak tahu," jelas Husain.

Calon kapolri Budi Gunawan jadi tersangka KPK


Calon Kapolri Budi Gunawan yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Budi terjerat kasus korupsi rekening gendut di institusi kepolisian.

Pada saat mencoba konfirmasi, pihak istana belum mau memberikan komentarnya. Kepala staf kepresidenan Luhut Pandjaitan langsung jalan dengan cepat ketika dikejar oleh wartawan terkait masalah ini.

"Saya sudah ditunggu nih," kata Luhut yang langsung menaiki tangga di Kantornya Bina Graha.

Luhut akan rapat bersama Komnas HAM. Akan tetapi, rapat tersebut tidak diketahui akan membahas mengenai masalah apa.

Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang datang setelah Luhut mengatakan pertemuan ini sudah dijadwalkan sebelumnya. Natalius pun membantah akan membicarakan soal Calon Kapolri yang dijadikan tersangka.

"Itu kan urusan kewenangan lain lah. Saya kan cuma ada pertemuan saja. Sudah ada jadwal pertemuan sebelumnya sih," ungkapnya.

Pada saat ini, presiden Jokowi sedang menerima Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie di kantornya. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi ditemani Wapres Jusuf Kalla.

Alquran berukuran besar


Warga Desa Glagaharum, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), menemukan kitab suci Alquran yang mempunyai ukuran besar sekitar 2 meter x 2,40 meter dengan ketebalan sekitar 15 cm. Salah seorang warga yang bernama Anang Asriyanto, mengatakan bahwa kitab suci itu ditemukan dengan kondisi utuh dengan sampul berwarna hitam.

"Huruf hijaiyah Alquran juga tertulis sempurna. Hanya saja, kertas kitab suci itu terlihat ada sobekan dan kertasnya agak rapuh. Dugaan melihat tinta Alquran, usianya bisa mencapai ratusan tahun," ungkapnya.

Anang mengatakan kitab suci itu ditemukan mendadak atau secara tidak diketahui datangnya di kamar rumahnya pada saat sedang melaksanakan kegiatan rutin istighasah. Mendengar suara tersebut, dirinya bersama jamaah lain melihat benda berwarna hitam dan setelah dibuka, ternyata sebuah kitab suci Alquran yang  berukuran besar.

"Saat temuan kitab suci Alquran raksasa ini, para jamaah sempat kaget mendengar suara benda jatuh dari atap kamar rumah. Sebelum ada temuan kitab suci, para jamaah berkeinginan mempunyai tempat yang lebih luas untuk acara rutinan istighasah. Namun para jamaah tidak tahu harus berbuat apa karena kami ini dari kalangan biasa, atau ekonomi pas-pasan," terangnya.

Dia berharap dengan ditemukannya kitab suci Alquran raksasa tersebut bisa membawa berkah bagi kepentingan masyarakat banyak dalam mensyiarkan agama Islam. "Kami akan menjaga kitab Alquran ini dan berusaha mengamalkan isi kandungan kitab suci Alquran yang sudah menjadi keharusan bagi umat muslim," ungkapnya.

257 anggota DPR bolos sidang perdana


Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali aktif setelah Ketua DPR Setya Novanto membuka masa sidang kedua periode 2014-2015. Akan tetapi, masa kerja DPR ini berlangsung dengan singkat, yaitu dari hari ini sampai dengan tanggal 18 Februari 2015.

"Sesuai dengan keputusan rapat konsultasi pengganti Rapat Bamus DPR RI pada tanggal 2 Desember, masa sidang ini rencananya akan berlangsung selama 28 hari kerja, dimulai hari ini, tanggal 12 Januari 2015 sampai 18 Februari 2015," ungkap Ketua DPR Setya Novanto dalam pidato tunggalnya pada saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang II Tahun 2014-2015, DPR, Senin (12/1).

Oleh sebab itu, dia berharap, supaya seluruh anggota DPR memaksimalkan tugas-tugasnya sesuai tupoksi yang disandangnya.

"Atas nama pimpinan DPR RI, kami menyampaikan selamat bekerja, semoga Allah Subhanahu Wataala senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita sekalian," terangnya.

Lebih lanjut lagi , Setya Novanto juga menambahkan, untuk masa sidang kali ini, ada tiga RUU yang ditargetkan DPR untuk disahkan menjadi UU. Yaitu Penetapan Perppu nomor 1/2014 tentang Pilkda, Perppu nomor 2/2014 menjadi UU tentang perubahan soal Pemda dan Penetapan APBN-P tahun anggaran 2015.

"Proglenas ini harus realistis serta sesuai dengan arah hukum yang akan diwujudkan sehingga dapat diselesaikan bersama DPR dan Pemerintah secara tepat waktu," pungkasnya.

Dan sementara itu, dalam sidang pertama kali ini diketahui terdapat 257 anggota DPR yang bolos tanpa diketahui alasannya. Dari catatan sekretariat jenderal DPR, cuma 303 orang anggota yang hadir dari 560 anggota dewan. Ironis sekali, anggota DPR masih saja bolos setelah libur reses sejak tanggal 5 Desember sampai 12 Januari kemarin.

Anggota DPR yang hadir dalam sidang paripurna tersebut di antaranya adalah, PDIP 65 anggota, Partai Golkar 50 anggota, Gerindra 43 anggota, Demokrat 47 anggota, PAN 22 anggota, PKB 18 anggota, PKS 14 anggota, PPP 19 anggota, NasDem 23 anggota dan Hanura 12 anggota.

Berikut ini adalah jumlah absensi anggota DPR pada pembukaan masa sidang kedua tahun 2014-2015 :
PDIP: 65 dari 109 anggota
Golkar: 50 dari 91 anggota
Gerindra: 43 dari 73 anggota
Demokrat: 47 dari 61 anggota
PAN: 22 dari 48 anggota
PKB: 18 dari 47 anggota
PKS: 14 dari 40 anggota
PPP: 19 dari 39 anggota
Nasdem: 23 dari 36 anggota
Hanura: 12 dari 16 anggota

Media asing mengecam foto TNI


Setelah terangkatnya ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata berhasil dilakukan. Personel Kopaska yang menyelam sampai dengan mengangkat serpihan pesawat naas tersebut dinaikkan pangkatnya oleh Panglima TNI, Jenderal Moeldoko.

Namun ada momen yang mengecewakan di tengah keberhasilan pengangkatan bangkai pesawat AirAsia. Pada saat masih berada di atas kapal evakuasi, seorang personel TNI berpose di depan bangkai pesawat tersebut, dibantu seorang rekannya dengan menggunakan camera ponsel.

Foto itu menuai kecaman dari media asing, salah satunya adalah media yang berasal dari Inggris mirror.co.uk. Melalui tulisannya, media tersebut menyebutnya sebagai 'the most tasteless photo opportunity ever'.

Dalam caption foto yang ditampilkannya tersebut, gambar yang diambil dari Getty Images ditulis, "Sick: A man posed for a photograph next to the wreckage from AirAsia flight QZ8501 (Tidak pantas: Seorang pria berpose di depan bangkai AirAsia QZ8501)".

Dari foto tersebut, pria tersebut terlihat sedang mengenakan seragam lengkap TNI AL dan berpangkat Letnan Satu. Sedangkan rekannya yang jadi tukang fotonya mengenakan jaket serba hitam.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai media asing tersebut...? Apakah Anda setuju dengan media asing yang mengecam foto tersebut...?